- advertisement -

LOTIM, MataramNews – Anggaran untuk guru honor dari  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM-GSC) tahun anggaran 2010-2011, khususnya di Desa Ketangga Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur dinilai belum sesuai dengan keputusan hasil musyarawarah.
Pasalnya, anggaran yang sudah disepakati tidak sesuai dengan direalisasikan untuk guru honor. “Untuk non PNS (guru honor-red) sudah disepakati Rp. 85 ribu perbulan yang akan dicairkan sekali dalam tiga bulan, atau total Rp. 255 ribu per guru honor, namun faktanya yang teralisasi hanya Rp. 230 ribu”, ungkap Pahrurozi, salah seorang guru honor setempat.

Bahkan salah seorang warga setempat Hajad, menilai, kalau pelaku PNPM ditingkat desa masih tertutup dalam soal anggaran khususnya untuk guru honor.

“Saya lihat, masih ada ketertutupan dari pengelola, sehingga dana yang dicairkan untuk guru yang dikenal dengan sebutan pahlawan tanpa tanda jasa ini tidak sesuai dengan keputusan yang sudah disepakati bersama ketika musyawarah di desa”, katanya.

Karenanya, warga berharap, agar pembangunan yang didanai PNPM-GSC perlu disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk dana untuk guru honor.

“Memang ada yang menyebut, kurangnya dana yang diterima oleh guru honor ini, karena alasan untuk pemerataan, padahal guru yang masuk data adalah memenuhi persyaratan prioritas dengan administrasi yang sudah valid”, ungkap beberapa warga setempat.