Loteng, MataramNews – Setelah Menemeng dimekarkan menjadi desa, dan telah ditetapkan Saefudin, SE sebagai kades terpilih oleh pemkab loteng dua bulan yang lalu. Ada beberapa persoalan yang sedang diselesaikan terutama proses pembangunan kantor desa setempat.

Sebenarnya pembangunan kantor desa Menemeng sudah selesai dari target yang diharapkan, namun sampai saat ini kantor desa yang dibangun oleh kontraktor belum juga selesai padahal anggaran untuk pembangunan sudah dipergunakan, ungkap Kades Menemeng Saefudin, SE saat dimintai keterangannya 17/1/2012.

“Pembangunan kantor desa Menemeng sudah lebih dua bulan tidak dilaksanakan sehingga terlihat magkrak, kami juga sudah memberitahukan kenapa mangkrak pembangunan tersebut kepada BPD setempat,” jelasnya.

Bahkan sejak saya dilantik menjadi kades, saya sudah menanyakan hal ini kepada BPD untuk memanggil pihak-pihak yang terkait. Namun sampai saat ini belum ada kepastian, dan kami akan siap melaksanakan lanjutan pembangunan kantor desa tersebut kalau secara administrasi laporan keuangan keseluruhan sudah ada.

Sehingga kami bisa pertanggung jawabkan secara keseluruhan sampai pembangunan selesai, ujarnya. Yang jelas ada laporan pembangunan sebelumnya, kalau belum ada maka kami belum bisa melanjutkannya karena ini merupakan tanggungjawab pada kepemimpinan didesa Mememeng, ulasnya.

Intinya BPD harus memanggil panitia pembangunan dan penanggung jawab sebelumnya agar jelas arah anggaran pembangunan kantor desa sebelumnya, ini seenaknya menyerahkan untuk melanjutkan pembangunan kantor desa kepada kami tanpa ada laporan keuangan yang jelas, ujarnya. Padahal anggaran yang dipergunakan untuk membangun kantor desa tersebut dari uang masyarakat dan juga ada dari ADD desa induk, ungkapnya.

kami pertanggungjawabkan didepan masyarakat kedepannya, dan tidak ada maksud kami dari desa untuk mengulur-ngulur pembangunan kantor desa ini, intinya pihak-pihak terkait harus mempertanggungjawabkan secara administrasi atas pembangunan yang dari awal sampai kondisinya belum dibangun lagi, tegasnya. BPD sudah berkali-kali kami minta untuk memanggil pihak-pihak terkait, namun sampai saat ini belum ada hasilnya, ungkapnya.

Kami didesa sudah beberapa kali didatangi oleh kontraktor yang melaksanakan pembangunan tersebut untuk menagih sisa yang belum dibayarkan, katanya belum diselesaikan pembayarannya, sehingga kami mau membayarnya pakai apa sedangkan laporan dari panitia pembangunan belum ada, jelasnya. Padahal anggaran pembangunan kantor desa Menemeng lebih ratusan juta di anggarkan, lantas dikemanakan anggaran-angaran tersebut, jelas Saefuddin, SE.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !