Lotim, MataramNews – Bupati Lotim Drs. H. M. Sukiman Azmy, MM mengajak PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) untuk mengembangkan Pelabuhan Haji Kabupaten Lombok Timur sebagai pusat rekreasi bahari di NTB.  Hal ini setelah melihat kecil kemungkinan kawasan itu, menjadi pelabuhan regional, nusantara, maupun pelabuhan rakyat disebabkan factor kedalaman kolam labuh yang hanya enam meter kurang dari standar yang ditetapakn, yakni 12 meter.
   
“Kecil kemungkinan jadi pelabuhan tetapi kalaupun dipaksa itu bisa dilakukan, namun butuh 45 miliar untuk biaya pengerukannnya,”jelas Sukiman seusai acara penanaman 1.000 lebih bibit pohon di dalam areal Pelabuhan Haji, Senin (23/1). Ia menuturkan, pelabuhan ini dulunya disusun atau direncanakan untuk menghidupkan perekonomian Lotim karena itu dirancang untuk pelabuhan regional, nusantara dan pelabuhan rakyat.

“Semua lengkap di pelabuhan haji ini. Tetapi setelah jadi tidak bisa dimanfaatkan karena kedalamannya hanya 6 meter kurang maksimal di butuhkan 12 meter supaya maksimal oleh karena itu pemda mengajak para pihak untuk mengeruk pelabuhan ini datanglah NNT dengan mengeluarkan dana Rp7 Miliar tetapi ketika di uji coba berkali-kali gagal tempat sandar kapalnya karena derasnya arus ombak,”paparnya panjang.

Setelah di teliti kembali, sistim penggalian tidak bisa dengan konvensional mengingat kontur tanah di kolam labuh bukan pasir tetapi batu cadas ketika mengeruk harus menggunakan dinamit tetapi jika menggunakan dinamit maka bangunan ini akan runtuh karena susunan batu tegak lurus tidak ada pondasi dibawahnya hanya susunan batu. Sehingga jika diledakkan bangunan pelabuhan akan bergeser.

Untuk itu, berdasarkan masukan dan pendapat dari serangkain penelitian ada beberapa opsi yang di tawarkan pemerintah daerah, kata Sukiman, yakni salah satunya pemanfaatan lahan seluas dua hektar yang saat ini sudah pasti dilakukan penanaman tangki timbun bahan gas LPG dan saat ini prosesnya masih dalam tahap tender/pelelangan oleh Pertamina (Persero). Kemudian, kedua permintaan Badan Diklat Kementerian Perhubungan RI untuk membangun sekolah pelayaran.

“Saya meunjuk ini ketimbang tidak bermanfaat sama sekali lebih baik di pakai sekolah tetapi resistensinya besar untuk itu masih kita bicarakan,”terangnya. Ketiga, adalah pusat rekreasi bahari melalui pembangunan fasilitas seperti water bom, tempat jat ski.

“Yang tiga ini paling memungkin tetapi pemda tidak punya dana untuk membangun itu, oleh karena itu kita sedang merayu beberapa pihak untuk menanamkan investasinya disini akan tetapi saya tidak akan menyerahkan untuk di kelola investor karena nanti bertahun tahun Pemda Lotim tidak menikmatinya.

Untuk itu, pihaknya saat ini sedang mencoba mengundang diantaranya, PT. NNT dengan menyisihkan sebagian CSR untuk membangun itu. Oleh karenanya pihaknya mengajak PT. NNT untuk kembangkan Pelabuhan Haji supaya ada pemanfaatannya bagi masyarakat Lombok Timur.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !