SRI MUAMALAH, caleg DPRD Kota Mataram, nomor urut 3, dari PAN, Dapil Kecamatan Mataram

Lombok Utara,MATARAMNews – Semasa kecil tentu kita ingat salah satu permainan petak umpat. Permainan itulah barangkali yang pas untuk menggambarkan ketika polisi melakukan razia di jalan raya, dimana para pengendara khususnya sepeda motor yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) harus mencari jalan pintas.

Pemandangan seperti ini dapat disaksikan, seperti ketika polisi melakukan razia di jalan raya Montong Pall Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU) 24/1. Banyak para pengendara sepeda motor mencari jalan pintas agar terhindar dari razia, walaupun jalan yang dilaluinya cukup membahayakan keselamatannya.

Alasan beberapa polisi melakukan razia, untuk mencari kendaraan yang hilang, namun kenyataannya menghadang setiap pengendara sekaligus memeriksa surat-menyurat sepeda motor. “Saya terpaksa melewati jalan setapak untuk menghidari razia dan terkena denda Rp. 50 – 70 ribu karena tidak memilki SIM”, kata Aziz salah seorang pengendara sepeda motor.

Sementara Rudi mengaku heran atas razia yang dilakukan oleh oknum polisi KLU yang hampir setiap minggu dengan alasan ada sepeda motor hilang. Padahal faktanya memeriksa setiap kendaraan yang lewat, yang bila tidak lengkap suratnya akan dikenakan denda.

Diharapkan kepada petugas agar tidak sembarangan melakukan razia, karena yang terpenting adalah mempermudah pemilik sepeda motor dalam membuat SIM serta mendekatkan pelayanannya. “Saya rasa perlu membuka pelayanan pembuatan SIM di KLU, bukan di Lombok Barat seperti ekarang ini’, sarannya “Kami yakin para petugas yang melakukan razia tahu kondisi ekonomi masyarakat KLU yang angka kemiskinannya menduduki rengking I tertinggi di NTB.

Kalau denda yang dikeluarkan cukup tinggi tentu banyak yang tidak mampu, dan bila tak mengeluarkan denda, malah sepeda motor langsung diangkut petugas”, kata puluhan pengendara menyesalkan tindakan petugas ini.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !