Kompolotan Rampok Diciduk Polisi

Ilustrator

(MATARAM), MATARAMnews – Teka-teki kemplotan perampok yang selama ini beraksi di  wilayah Kota Mataram selalu berhasil, akhirnya terjawab sudah. Pasca tertangkapnya dua orang komplotan perampokan, amaq Engkak alais Erni (31), Warga Dusun Beber Desa Pengenjek, Jonggat, Loteng dan Miase alias  Kace (31) Dusun Sebowo Desa Bonjeruk, Jonggat Loteng, oleh tim buru sergap dari Polres Mataram dan Polda NTB. pada Kamis (9/2) dan Jumat (10/2) kemarin.

Setiap mereka akan melakukan aksinya para komplotan perampok ini ditentukan oleh petunjuk jalan. Dimana peran penunjuk jalan ini sangat penting bagi para perampok, karena keberhasilan dalam beraksi dan rumah mana yang akan dijadikan sasaran. Ternyata itu semua sangat tergantung dari petunjuk jalan tersebut.

Bahkan gerak gerik aparat kepolisian yang selalu turun kelapangan menggelar razia untuk memburu kawanan rampok ternyata juga selalu dapat dibaca oleh sang penunjuk jakan. Para komplotan rampok ini baru akan beraksi jika mendapat undangan dari penunjuk jalan dan segela sesuatunya untuk melakukan aksinya sudah diatur oleh penunjuk jalan.

“Kami diundang sebelumnya untuk diajak beraksi.” Ucap Kace residivis kambuhan dengan lancarnya menceritakan bagaimana mereka melakukan aksi, ketika ditemui di Polsek Cakarenaga, Senin (13/2) pagi.

Menurutnya, bahwa peran dari penunjuk jalan itu sangat penting, karena sasaran rumah dan waktu serta dengan apa mereka menuju tempat sasaran telah diatur, “bahkan polisi yang menggelar razia juga diberitahu oleh penunjuk jalan.” Aku bapak 3 anak ini.

Namun selama mereka beraksi, tidak pernah melakukan kekerasan terhadap korbannya, namun hanya menakut-nakuti saja dengan senjata tajam dan senjata api yang mereka bawa. Selain itu, dalam beraksi mereka menggunakan cadar dan celana pendek.

Bahkan komplotan Kace ini terbialang sangat profesional bagaimana tidak mereka sudah menghitung secara matang jika melakukan aksi, terutama situasi dilingkungan yang dijadikan sasaran bahkan untuk mengasak isinya pun  dalam hitungan menit saja ada atau tidak ada hasil.

“Jika ada yang jaga kami akan diberitahu oleh petunjuk jalan,” Paparnya. Selain itu, hasil kejahatan tersebut akan dibagi sama rata, namun untuk barang elektronik tidak dibagi dan siapa yang mendapatkan maka menjadi miliknya.

Sementara itu, Kapolres Mataram melalui Kasubag Humas, AKP Arif Yuswanto, mengatakan bahwa diperlukannya pos kamling untuk dihidupkan kembali namun kewaspadaan dari masyarakat juga diperlukan, karena kejahatan selalu mengintai setiap saat.

Bagikan :