Mataram, MATARAMnews – Kesejahteraan para hakim yang mulia terbilang masih kurang jika dibandingkan dengan tugas yang diembannya. Mulai dari kesejahteraan dari segi finansial hingga kondisi tempat tinggal yang dinilai masih jauh dari layak bagi pejabat negara. Maka jika ada para hakim yang menuntut kesejahteraan merupakan hal yang wajar.

Karena jika dilihat, khususnya sarana rumah dinas (Rumdis) dari para hakim ini saja terbilang sangat memprihatinkan dan bahkan tidak layak untuk dihuni oleh pejabat negara sekelas pengambil keadilan.

Khusus hakim PN Mataram, jumlah Rumdis yang ada tidak sebanding dengan jumlah hakim, bahkan sebagiannya tidak layak ditempati. Lain lagi dari segi penghasilan (gaji,red) yang diperoleh untuk hakim senior dengan golongan IV a saja memperoleh gaji Rp 6 juta perbulan.

Maka wajar saja jika hakim menuntut kesejahteraan, namun tentunya penyampaian tuntutan itu dapat dilakukan secara arif dan bijaksana serta tentunya tidak merugikan hak-hak orang lain. Untuk di Mataram sendiri, hingga saat ini belum ada aksi yang dilakukan oleh para hakim, seperti rencana aksi mogok kerja alias mogok sidang.

Humas PN Mataram. Mion Ginting SH mengatakan bahwa secara pribadi mendukung aksi menuntut kesejahteraan. “Kesejahteraan hakim kurang memadai,” ungkapnya dengan tegas. Menurutnya, penyampaian tuntutan itu dilakukan dengan cara yang elegan tidak merugikan hak-hak orang lain, tidak meninggalkan tugas pokoknya memberikan keadilan.

Disampaikannya, bahwa terkait dengan kesejahteraan khususnya Rumdis hakim PN Mataram kurang memadai. Dari 15 hakim, hanya ada 11 Rumdis, namun yang digunakan sebanyak 9 rumah saja. Selain karena lokasi yang jauh ada juga yang letaknya bersebelahan langsung dengan kandang ternak warga, seperti yang ada di Lingkar Selatan. “Hakim yang tidak mendapatkan Rumdis harus menyewa sendiri,” terangnya.

Karena itu, ia berharap kepada negera agar para hakim yang disebut sebagai pejabat negara yang mulia agar bisa diberikan tarap hidup dan penghasilan yang layak, “gaji kita jauh lebih kecil dari negara tetangga,” katanya. Namun walaupun demikian para hakim ini tetap bekerja secara profesional dalam memutuskan keadilan bagi masyarakat yang mencari keadilan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !