Krisis Air Bersih Butuh Penanganan Pemerintah

Ilustrator

(KLU) MATARAMNews – Krisis air bersih yang terjadi di Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, butuh penangan segera dari pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Harapan tersebut dikemukakan Kepala Dusun Tangga, Luji Hartono, ketika ditemui MataramNews, 12/2.

Menurutnya, krisis air bersih ini terjadi sudah cukup lama, karena belum ada bantuan perpipaan dari pemerintah. “Untuk kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air di kali yang jaraknya hingga 3 km lebih, sehingga tak heran anak-anak kami jarang mandi sebelum berangkat sekolah”, kata Luji sedih.

Kalau musim hujan, lanjut Luji,  air memang tidak terlalu sulit, karena warga dapat menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari. Tapi bila musim kemarau tiba, air tidak ada. “Jadi dalam hal ini pemerintah KLU perlu memperhatikan kebutuhan warganya terutama masalah air bersih”, pinta Luji Hartono.

Apakah ada sumber air yang dekat tempat mengalirkan pipa? Menjawab pertanyaan ini, kepala dusun Tangga, kembali menegaskan, memang ada sumber air Tiu Purit, namun jaraknya hingga 8 km. Sementara ada rencana PNPM-MP akan membantu perpipaan sepanjang 3 km, artinya masih kekurangan 5 kilo lagi.

“Saya pernah bertemu dengan pejabat dari Dinas PU KLU, dan persoalan krisis air bersih ini sudah dimasukkan dalam catatan. Cuma saya hawatir, jangan-jangan hanya catatannya saja yang ada, tapi bantuan pipanya tidak terealisasi”, tegas Luji, kepala dusun yang cukup energik ini.

Soal krisis air ini, beberapa guru yang mengajar di SDN 4 Selengen yang lokasinya di Tangga mengaku,  bahwa persoalan air cukup sulit di Dusun Tangga yang berada di lereng Rinjani ini. “Kita sudah bangunkan kamar mandi yang dilengkapi dengan WC, namun airnya tidak ada, sehingga hampir semua siswa tidak pernah mandi sebelum berangkat sekolah. Padahal siswa akan lebih tenang belajar bila badannya bersih atau mandi sebelum berangkat sekolah”, ungkap beberapa guru setempat.

Karenanya diharapkan kepada pemerintah KLU untuk memperhatikan keluahan warga Tangga ini, karena air merupakan sumber kehidupan bagi warga setempat. Lebih-lebih dusun ini jaraknya dari pusat kota desa Selengen sampai 7 km dan termasuk dusun terpencil dan terbelakang.

Bagikan :