Kasus IAIN, Toga dan Toma Datangi Polda NTB

toga toma
Toma dan Toga saat mendatangi Polda NTB

toga tomaMataram, MATARAMnews – Beberapa orang yang mengaku berasal dari Tokoh Masyarakat (Toma) dan Tokoh Agama (Toga) se-pulau Lombok, Rabu (15/2/2012) mendatangi Polda NTB. Kedatangan mereka untuk meminta penangguhan penahanan terhadap dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung baru kampus IAIN Mataram yang terletak di Kelurahan Jempong, Mataram, yaitu tersangka Thalha Zuhri dan Drs Toty Cung.

Untuk keperluan tersebut mereka secara langsung bertemu dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Kombes Pol Drs Triyono BP dan Kasubdit 3 AKBP Nurodin SiK. dan berlangsung secarah tertutup.

Ditemui, setelah pertemuan salah satu perwakilan, Burhanudin ST, menjelaskan bahwa kedatangan mereka dalam rangka silaturrahmi dengan pihak Polda NTB. Terkait dengan penegakan supremasi hukum yang terjadi di IAIN Mataram.

Selain itu, tambah Burhanudin, mereka juga minta penangguhan penahanan terhadap kedua tersangka, namun jawaban dari pihak kepolisian masih dipikir karena sampai saat ini polisi masih melakukan penyidikan dimana ditangan kedua tersangka masih ada data-data yang diperlukan dalam kasus ini, namun apapun keputusan dari penyidik para Toma dan Toga akan tetap menghargainya.

Terkait penangguhan penahanan tersebut mereka siap untuk menjadi penjamin atas kedua tersangka. “Jika keluar kebijakan penangguhan dan mereka (kedua tersangka,red) macam-macam, maka hukum adat yang diterapkan, “kata Burhanudin yang juga Ketua Garansi NTB.

Dimana diketahui bahwa pada kasus IAIN pengerjaan proyek tahun 2005 lalu tersebut ada 3 hal yang ditemukan oleh penyiidik terdapat penyimpangan yaitu tender proyek di lakukan melalui Penunjukan Langsung (LP), kemudian hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek dan  ada beberapa pihak yang tidak melaksanakan pekerjaannya.
Kasus dugaan korupsi pada proyek yang menggunakan anggaran APBN 2005 dengan pagu dana sebesar Rp 10 milyar ditemukan ada penyimpangan sebesar Rp 2,9 milyar.

Bagikan :