Si Jago Merah Lalap Kawasan HTN-GR

MataramNews – Terjadinya kebakaran di kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (HTN-GR) pada Senin sore Pukul 17.00 mengundang pehatian para petani. Pasalnya, kobaran api yang diperkirakan melalap puluhan hektar kawasan hutan akan berdampak pada kekurangan sumber mata air, baik untuk kebutuhan air minum, MCK maupun untuk irigasi.

Menurut warga yang tinggal di kaki gunug Rinjani, api terlihat sejak sore hari sekitar pukul 17.00 Wita. Pada malam hari kobaran api semakin jelas terlihat dan semakin membesar. “Kobaran api berada di gunung Sampur Urung, biasanya disana merupakan lokasi perburuan Kijang dan Rusa,” jelas Amak Ria, warga kaki gunung rinjani.

{xtypo_info}FOTO: Asap Masih Mengepul di Gunung Smpur Urung{/xtypo_info}

Dijelaskan, api sebenarnya sudah muncul sejak bulan puasa, tapi tidak sebesar saat ini, warga di sekitar sangat khawatir karena biasanya jika terjadi kebakaran hutan pada musim panas binatang-binatang pemakan buah dan umbi-umbian seperti kera akan memasuki lahan sawah dan perkebunan warga. “Sebagai bangsa yang berbudaya tentunya kita harus tetap berupaya melestarikan alam demi kepentingan anak cucu kita di kemudian hari,” terangnya.

Ketua Kelompok Tani Ternak Agung Rinjani Ta’at mengungkapkan, bahwa selain sebagai lokasi perburuan di kawasan HTN juga marak terjadi Ilegal Loging, coba saja anda masuk ke kawasan HTN dan Lindung. Kemungkinan besar api berasal dari api unggun orang yang berburu atau menebang pohon di sana. Tapi yang jelas Dinas Kehutanan sangat jarang memonitoring kawasan HTN dan Lindung. Jadi terus terang dampak dari ini semua ditanggung oleh warga. Apalagi warga di kaki Gunung Rinjani 95 persen menggantungkan hidupnya dengan bertani dan berkebun sedangkan sumber mata air berasal dari kawasan HTN-GR.

Sementara itu Kepala Seksi Kantor Unit TNGR saat dikonfirmasi ke kantornya tidak ada ditempat. Menurut salah seorang stafnya yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa saat ini Kepala Seksi berada di Mataram.Hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak Kantor TNGR sedangkan sampai Selasa sore hari asap bekas kebakaran masih terlihat mengepul. (Laporan: Hamdan | Lombok Utara)