Asisten Deputi Iptek IKM Kemenristek, Ir. Santosa Yudo Warsono

Mataram, MATARAMnews – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti Muhamad Hatta bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dijadwalkan akan meluncurkan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tanggal 24-25 Februari 2012.

Bahkan, Banyumulek akan dijadikan sebagai pilot project SIDa yang nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan terpadu peternakan pertanian di Indonesia. Pasalnya, berbagai aktifitas akan dilakukan, seperti produksi dan pemeliharaan sapi, pemotongan hewan, industry pakan, industry pupuk organic dan pelatihan. Selain juga akan dilibatkan industry kreatif, khususnya pengembangan industry gerabah.

Asisten Deputi Iptek IKM Kemenristek, Ir. Santosa Yudo Warsono, saat jumpa pers di Media Centre Kantor Gubernur NTB, Kamis (23/2/2012) mengungkapkan, beberapa rangkain kegiatan para Menteri itu, akan mulai dilaksanakan tanggal 24 Pebruari 2012, dimana Menteristek bersama Gubernur NTB, Bali dan NTT akan melakukan dialog dengan tema kebutuhan SDM dan Iptek untuk mendukung implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Di mana, NTB, Bali dan NTT menjadi koridor V sebagai daerah gerbang pariwisata dan ketahanan pangan nasional.
 
“Nantinya dari dialog itu akan diketahui kebutuhan SDM dan Iptek di masing-masing provinsi untuk selajutnya dimanfaatkan sebagai bahan dalam penyusunan strategi pengembangan SDM dan Iptek nasional selanjutnya,”katanya.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan pada 25 Pebruari 2012 akan dilakukan peluncuran SIDa berbasis kawasan di Banyumulek Lobar. Dalam acara itu akan dilakukan penandatanganan kerjasama dan demo aplikasi teknologi yang dihasilkan Lembaga Litbang untuk mendukung pengembangan kawasan Banyumulek seperti IB Sexing dan pembuatan pakan ternak.

“Ke depan Banyumulek sebagai kawasan peternakan pertanian akan bisa diitengrasikan ke Agrowisata dengan wisata industry kreatif,” ujar Santosa.
 
Diharapkan dengan terbentuknya kawasan peternakan pertanian akan bisa diitengrasikan ke Agrowisata dengan wisata industry kreatif itu, para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Banyumulek ini, tidak hanya diajak untuk menikmati karya kreatif dari pengerajin gerabah, akan tetapi juga dapat menikmati wisata kuliner produk spesifik daging sapi khas NTB.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !