MATARAM – Sebanyak 50 anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kelurahan se Kota Mataram resmi dilantik. Mereka akan bertugas mengawasi tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) NTB 2018.

Pelantikan anggota Panwaslu Kelurahan itu dilakukan masing-masing Ketua Panwaslu tingkat Kecamatan yang disaksikan Panwaslu Kota Mataram serta para Camat dan Lurah.

Ketua Pamwaslu Kota Mataram, Ruslan mengatakan prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Panwaslu Kelurahan sebanyak 50 orang itu nantinya akan bertugas dalam rangka pengawasan tahapan-tahapan Pilgub NTB 2018. Karena itu dalam menjalankan tugas Panwaslu Kelurahan diingatkan agar tetap menjaga netralitas dan profesionalisme.

“Harus menjaga integritas dengan tidak boleh menerima apapun yang berkaitan dengan tugas yang nantinya dapat melemahkan tugas,” kata Ruslan, disela acara pelantikan dan pengambilan sumpah anggota Pamwaslu Kelurahan di Mataram, Rabu (27/1/2018).

Dijelaskan bahwa saat ini tahapan proses Pilgub NTB yaitu penelitian daftar data pemilih potensial yang akan dilakukan selama dua hari yaitu sejak tanggal 20-28 Januari. Maka harus diketahui mana yang sudah memenuhi syarat untuk masuk daftar pemilih dan mana yang harus dikeluarkan dari dalam data pemilih jika ditemukan seperti TNI Polri dan belum cukup usia 17 tahun, harus dicoret dari DP4 yang diserahkan oleh Pemerintah kepada KPU.

“Dalam hal ini Panwaslu Kelurahan harus memahami tugasnya nanti pada saat melakukan pengawasan khususnya pada saat pencuklik data pemilih potensial,” ujarnya.

Panwaslu Kelurahan sambung Ruslan, harus selalu membangun koordinasi dan komunikasi dengan lembaga setingkat kelurahan yaitu PPS.

“Jangan gontok-gontokan dengan PPS maupun PPDP yang dibawah dan jangan buat ribut dilapangan tapi catat apa yang ditemukan dilapangan,” tegas Ruslan, seraya meningatkan penting dilakukan komunikasi dan koordinasi dan menguasai wilayah kerja, mengingat keterbatasan jumlah Panwaslu Kelurahan jika dibandingkan dengan petugas PPDP.

(mn-07/r3)