Izin Lokasi Global Hub KLU Terbit, Bupati Ingatkan Masyarakat Tak Menjual Tanahnya ke Spekulan

KLU – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H Najmul Ahyar mengungkapkan izin lokasi Global Hub telah dikeluarkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia.

“Alhamdulillah Mentreri telah memberikan izin lokasi Global Hub Kayangan. Dengan bekal itu kami dapat memberikan izin kepada para investor yang mau berinvestasi di KLU,” kata Bupati Najmul di Lombok Utara, kemarin.

Bupati Najmul menghimbau kepada masyarakat yang tanahnya terpapar rencana pembangunan Global Hub agar tidak menjual tanahnya kepada para spekulan. Kalau menjual tanahnya kepada spekulan berbeda perlakuannya daripada menjual tanah kepada pihak pelaksana.

“Jika tanahnya dijual kepada pelaksana maka harga yang didapatkan adalah harga yang wajar, dan mendapatkan fasilitas perumahan, serta memperoleh pembagian saham sebesar 10 persen dari pembangunan tersebut. Saham tersebut atas nama masyarakat yang dikemas oleh perusahaan,” jelasnya.

Untuk antisipasi dan persiapan pelaksaan mega proyek tersebut, sebagai lokomotif mega proyek Global Hub Kayangan KLU, PT. Bandar Kayangan Internasioanl (PT.BKI) menggelar rapat bersama jajaran Muspida KLU pada Selasa kemarin, di aula kantor Bupati KLU dalam agenda membahas persiapan pembangunan mega proyek itu.

Mega proyek Global Hub KLU itu dapat dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Pusat, Provinsi NTB, dan KLU dalam menggiring sejumlah investor guna mewujudkan kota impian tersebut. Rencana besar itu diusung oleh PT. BKI, PT. San Diamar DKK (PT.DMK), PT. KLU (BUMD KLU).

Dalam rapat tersebut manager ketiga unsur perusahaan itu memaparkan sejumlah dampak hukum yang kemungkinan akan timbul dalam langkah pembebasan kawasan yang perlu diantisifasi, serta sosialisasi awal kepada masyarakat.

(mn-09)

 


 

Bagikan :