Ricuh Aksi Tolak Revisi UU MD3, Dua Mahasiswa Diamankan

MATARAM – Aksi penolakan terhadap revisi UU MD3 yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) di NTB diwarnai dengan kericuhan.

Dimana aksi yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam ALIANSI AKTIVIS NTB di depan Kantor DPRD NTB awalnya berjalan lancar dan damai. Namun seiring berjalannya aksi yang meminta agar bertemu langsung dengan anggota wakil rakyat NTB tersebut agar bisa menyampaikan aspirasinya, tetapi sayang setelah lama ditunggu anggota dewan tidak ada yang menemui mahasiswa.

Akibatnya, suasana memanas dan terjadi saling baku hantam antara polisi dengan mahasiawa. Dalam aksi yang menolak revisi UU MD3 tersebut, dua orang mahasiswa diamankan karena dianggap sebagai penggerak untuk memancing keributan.

Kedua mahasiswa yang diamankan tersebut yaitu bernama Aziz yang merupakan korlap 1 dan Rizki Handika yang juga korlap 2 dalam aksi tersebut langsung dinaikkan keatas truk dibawa menujuh Polres Mataram.

Ketika menyampaikan orasinya, kordinator aksi Rizki Handika mengatakan bahwa kenapa para aktivis turun kejalan itu merupakan aksi penolakan terhadap revisi UU MD3 yang dianggap merusak tatanan berdemokrasi di Indonesia.

“Kami dengan tegas menolak UU MD3 karena ini merusak demokrasi dan juga kami menilai dan menduga ini juga akan dijadikan alat untuk berlindung,” ungkapnya ketika menyampaikan orasi di perempatan Bank Indonesia Mataram.

Selain itu mahasiawa juga menilai bahwa UU MD3 tersebut dianggap akan mengancam Kebebasan berekspresi, lalu UU tersebut juga dianggap tidak melindungi rakyat, semangat yang sejati akan melindungi penguasa, serta tidak sejalan dengan semangat UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(mn-07)

Bagikan :