TGB Kupas Konsep Kebijakan Berkelanjutan Hingga Resep Sukses Bagi Mahasiswa

JAKARTA – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr TGH Muh Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi narasumber pada seminar nasional yang mengupas “Potensi Pariwisata Sebagai Aset Pembangunan Ekonomi Nasional” di Auditorium Prof Dr Harun Nasution, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Jum’at 29 September 2017.

Tak kurang dari 900 mahasiswa se – Jabodetabek antusias mengikuti seminar yang diinisiasi Progam Studi Ekonomi Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut. Seminar sehari ini digelar dengan tujuan untuk menggali pengetahuan tentang dunia pariwisata, khususnya NTB di bawah kepemimpinan Gubernur TGB saat ini sudah sangat dikenal memiliki konsep ideal dalam pembangunan pariwisata. Sebab UIN juga nantinya akan membuka prodi baru yakni prodi terkait kepariwisataan.

Karenanya, Tuan Guru Bajang dinilai sebagai sosok yang paling tepat menyampaikan materi itu. Di samping karena sudah terbukti dalam dua periode kepemimpinannya berhasil membawa kemajuan NTB yang pesat di berbagai bidang, termasuk kebijakannya dalam pembangunan pariwisata NTB yang berbasis nilai-nilai Islami. Yakni “muslim friendly tourism” TGB juga dipandang sebagai sosok yang mumpuni. Bahkan, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Prof Dr Yusron Razak menyebut Gubernur TGB sebagai model tepat yang memenuhi aspek keagamaan, keilmuan dan pendidikan serta pengalaman dalam memimpin dengan deretan prestasi yang luar biasa.

Dalam paparannya Gubernur TGB secara lugas memaparkan kebijakan pembangunan pariwisata nasional, mulai dari pandangannya tentang konsep kebijakan berkelanjutan, hingga pada pengalaman pribadinya ketika masih menjadi mahasiswa, dan ditutup dengan nasehat bijak dan resep sukses yang dibagikannya untuk para mahasiswa peserta seminar.

Hampir seluruh peserta tidak beranjak dari awal hingga akhir mengikuti pemaparan dari Gubernur NTB yang lugas dan atraktif. Tak ayal, di sesi akhir seminar, ketika dilakukan dua sesi tanya jawab yang tiap sesi diisi tiga pertanyaan dari masing-masing peserta seminar, para peserta pun ‘rebutan’ kesempatan bertanya. Sesi ini diawali pertanyaan seorang mahasiswa peserta seminar, Alfin Afrian Rizki. Ia menanyakan seperti apa konsep untuk membangun NTB dan sumber daya pariwisatanya.

Menanggapi pertanyaan itu, TGB menjelaskan sebuah kebijakan dikatakan memiliki keberlanjutan, kata ulama kharismatik ini, bila kebijakan itu bisa bersesuaian dengan nilai yang ada di tengah masyarakat.

Di NTB sendiri tegasnya, juga dikembangkan konsep pembangunan pariwisata yang berkesuaian dengan nilai-nilai yang hidup dan dijunjung tinggi masyakat NTB yang religius Islami. “Halal Tourism adalah satu konsep yang tepat. Karena bagaimanapun masyarakat NTB yang masyarakatnya mayoritas muslim tentu juga antusias dengan dunia pariwisata,” terang Gubernur TGB. Apalagi mereka melihat pariwisata yang dikembangkan ramah dengan lingkungan, tuturnya.

Selama ini, kata TGB wisata konvensional dapat berkembang dengan sangat baik. Ia menegaskan, tidak pernah ada kasus pada wisatawan asing yang disebabkan karena perbedaan agama. “Ini merupakan bukti nyata bahwa persepsi yang menyebut kalau daerah muslim, sektor pariwisata daerah itu tidak bisa berkembang adalah tidak benar dan itu hanya mitos, ” tegas TGB. Bahkan menurutnya pertumbuhan pariwisata di NTB sebagai daerah mayoritas muslim justru jauh lebih berkembang dibanding pariwisata lainnya.

Menjawab pertanyaan selanjutnya terkait infrastruktur, bagi TGB tidak hanya infrastruktur yang sangat penting. Tetapi sumber daya manusia juga tak kalah pentingnya. “Keduanya harus jalan bersama”, ungkap TGB. Jika sumber daya yang ada sudah bagus tapi akses penerbangan, darat, dan lautnya tidak ada maka yang lain tak ajan ada artinya.

Pertanyaan lainnya dari Ramdani, mahasiswa FEB UIN Syarif Hidayatullah menyinggung kebijakan jangka pendek dan jangka panjang apa yang disiapkan NTB dalam hal pariwisata. Gubernur Al-Hafidz ini menjelaskan bahwa, pertama, di NTB telah menyiapkan payung regulasi yang sangat kuat untuk pariwisata halal. Kedua diberi alokasi anggaran yang kuat, itulah yang dilakukan Gubernur NTB yang hingga kini memperlihatkan peningkatan signifikan.

Sebelum menutup seminarnya, TGB menceritakan pengalamanannya semasa kuliah. Selama tujuh tahun ia tak pernah pulang kampung. Pengalaman itu menurutnya telah mengajarkan banyak hal. TGB menyampaikan bahwa attitude ketika sedang belajar itu menentukan bagaimana praktiknya setelah lulus kuliah nanti.

“Keraslah kepada diri kalian saat muda, agar dunia ini akan lunak kepada anda di masa depan dan risalah anda sebagai sarjana Islam harus berwujud di manapun anda berada”, pungkas TGB.

(mn-07/r3)

Bagikan :