Dekranasda NTB Raih Award Lagi, Prestasi Ditengah Keterbatasan

MATARAM – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj Erica Zainul Majdi kembali meraih Dekranas Award tahun 2017 kategori Upaya Meningkatkan Potensi Kearifan Lokal. Award tersebut diterima di Balai Sidang Jakarta Convention Center, pada Rabu 27 September 2017, kemarin.

Dekranas Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada Ketua Pembina Dekranasda Provinsi yang berhasil membina perajin yang dapat menghasilkan produk kerajinan unggulan daerah, yang dikembangkan berdasarkan seni tradisi dan budaya lokal.

Selama dua tahun berturut-turut Dekranas NTB di bawah pembinaan Hj. Erica berhasil meraih Award. Di mana prestasi itu membuat kerajinan NTB semakin dikenal dan diminati di kancah nasional dan internasional. Sebelumnya pada tahun 2016 yang lalu, selaku Ketua Dekranasda NTB, Hj.Erica dianugerahi Dekranas Award 2016 pada kategori Pembina Teladan keunggulan Kepemimpinan (Leadership) dan Koordinasi Wilayah.

Prestasi itu sungguh merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, karena dapat diraih di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki. Untuk dimaklumi Dekransda NTB tidak secara rutin mendapatkan bantuan alokasi dana hibah dari pemerintah daerah.

Hal itu lebih disebabkan karena kondisi keterbatasan fiskal pemerintah daerah, sehingga tidak setiap tahun dapat mengalokasikan dana hibah yang cukup bagi operasional pembinaan Dekranasda. Padahal untuk melakukan pembinaan yang menjangkau seluruh kebutuhan pengrajin, Dekranas NTB membutuhkan dukungan anggaran yang cukup memadai.

Namun, di tengah keterbatasan itu, Dekransda mengandalkan kekuatan koordinasi networking, komitnen, kekompakan, seluruh stakeholder terkait, terutama para pengrajin, yg tergabung dalam DeKraNasDa NTB . Ketua Dekranasda NTB, Hj. Erica yang juga istri Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) menuturkan meraih penghargaan dua tahun berturut-turut, merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri.

Bukan sekedar karena mampu membuktikan bahwa NTB adalah sebuah propinsi yg sungguh berdaya saing, bersaing secara ketat dengan 34 se-Indonesia, beradu visi-misi yang dijabarkan ke dalam program pembinaan yang efektif dan efisien guna, menggali, melestarikan industri kerajinan berbasis kearifan lokal, sekaligus membangkitkan semangat wirausaha di kalangan pengrajin, para pelaku industri kreatif dan generasi muda pada umumnya.

Dewan Juri yang terdiri dari para pakar di bidangnya, seperti Hermawan Kertajaya, Kemal Gani, Robby Kusumaharta, Rahardi Ramelan dan Prieyo Pratomo, memberi nilai sangat baik untuk kepedulian Hj. Erica membina generasi muda untuk mengembangkan produk kerajinan rakyat menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Di antara program tersebut adalah Dekranasda Goes to School dan Dekranasda Goes to Campus. Program tersebut dinilai mampu memotivasi & memberikan bimbingan agar generasi muda NTB berani untuk memilih terjun ke dunia kerajinan, yang masa depannya juga sangat menjanjikan

“Saya merasa sedih melihat anak-anak kita sedih karena misalnya; tidak berhasil lolos dalam tes masuk CPNS atau tidak berhasil lulus ujian masuk universitas-universitas tertentu. Saya ingin mereka mendalami kewirausahaan. Sebuah bidang yang Insya Alloh dapat memberikan mereka keberhasilan, keuntungan ekonomi tak berbatas,” Ungkap Hj Erica.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dalam upaya mendorong semangat enterpreneurship ini, semua pelaku usaha atau wirausahawan sukses, yang sudah punya nama besar di level nasional dan internasional, serta telah sukses bisnis di bidang kerajinan dan industri kreatif, baik tenun (fashion), cukli, ketak, gerabah, mutiara dan kerajinan logam seperti emas dan perak maupun industri kreatif lainnya dilibatkan secara aktif oleh Dekranasda NTB. Seperti turun bersama memberikan contoh nyata dan memotivasi para siswa, mahasiswa dan generasi muda pada umumnya agar tumbuh semangat wirausahanya.

Program lain yang tidak kalah kontribusinya bagi peningkatan gairah industri kerajinan daerah, yang sekaligus memberikan multiflier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat adalah program melestarikan dan mempromosikan tenun khas lokal NTB, yang selama ini cenderung hanya digunakan pada ceremony adat dan acara-acara tertentu saja menjadi produk ready to wear, daily wear yg terjangkau.

Strategi yang dilakukan untuk hal ini, menurut Hj Erica diantaranya menggandeng desainer-desainer nasional untuk merancang songket dan tenun khas NTB menjadi produk ready to wear untuk semua kalangan, termasuk masyarakat umum. Designer yang diajak bekerjasama adalah desainer yang selain memiliki nama besar, jaringan yang luas, juga diutamakan yang telah membuka konter di NTB, telah diminati oleh masyarakat NTB seperti Ria Miranda. Sehingga dampak sari fashion show terhadap permintaan akan tenun dan songket NTB dapat dirasakan secara langsung.

Erica memberikan contoh salah satu yang dilakukannya baru-baru ini, Fashion Show on the Street, merupakan suatu upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus memastarakatkan industri kerajinan tenun dan songket NTB. Fashion Show yang biasanya digelar di gedung mewah dan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu saja, diinisisinya menjadi fashion show milik rakyat yang dilaksanakan di jalan umum sehingga semua masyarakat dapat menikmati, terinspirasi, bahkan mengambil bagian langsung.

Sebab fashion adalah hak semua lapisan masyarakat dan kewajiban kita adalah bagaimana agar tenun dan songket NTB ini jadi Tuan Rumah di Negrinya sendiri. Jika sudah menjadi Tuan Rumah di Negrinya sendiri, Insya Allah, para pengrajinnya akan sejahtera. Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTB, pendapatan NTB dari industri kreatif mencapai 12,5%. Ini menunjukkan sektor industri kerajinan rakyat dan industri kreatif merupakan sektor potensial dalam upaya meningkatkan lapangan usaha dan semangat berwirausaha bagi masyarakat.

“Ini semata karena ijin Allah SWT & kontribusi seluruh anggota DeKraNasDa NTB serta dukungan Pemerintah Propinsi. Sebuah prestasi di tengah keterbatasan. Alhamdulillah,” ungkapnya di Pendopo Gubernur NTB, Jum’at 29 September 2017.

Lebih lanjut, Hj. Erica berharap agar jajaran DeKraNasDa seluruh NTB tetap konsisten dengan kerja keras, kerja kreatif dan kerja ikhlasnya agar kontribusi DeKraNasDa NTB terhadap kemajuan Propinsi NTB bisa terus ditingkatkan.

(mn-07/r3)

Bagikan :