Momentum Sumpah Pemuda, PMII Lotim Ajak Pemuda Jaga Keutuhan NKRI

LOTIM – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur menggelar Dialog Kebangsaan pada Selasa 17 Oktober 2017 di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

Dialog yang mengangkat tema “Momentum Sumpah Pemuda : Meningkatkan semangat nasionalisme kalangan Santri dan pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI dari pengaruh radikalisme-terorisme” ini dihadiri ratusan peserta yang sangat antusias dalam mengikuti setiap sesi diskusi kebangsaan tersebut.

Turut hadir Kaban Kesbangpoldagri Lotim Sudirman S.Sos, Kasdim 1615/Lotim Edi Gustaman, Asisten I Pemkab Lotim Hanuddin, Ketua I PKC PMII NTB Suriadi M EI, mahasiswa dan mahasiswi dari utusan kampus se-Lombok Timur, serta santri dan santriwati se Lombok Timur. 

Ketua panitia Sahrul Hirwan menerangkan bahwa pentingnnya meningkatkan semangat nasionalisme. Semangat ini sudah mulai runtuh karena banyaknya alira yang mencoba merong-rong idologi negara yaitu Pancasila.

“Pemuda dan santri perlu diberikan stimulasi supaya tidak tergerus pada aliran-aliran yang tidak sesuai dengan idiolgi bangsa atau radikal,” tegas Sahrul.

PMII sebagai garda terdepan, dikatakan Ketua Cabang PMII Lotim Lalu Jayani Rangga Anom Putra, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena NKRI sudah final, tidak lagi dijadikan komplik-komplik yang mengatasnamakan agama.

Dalam kesempatan itu Lalu Jayani mengungkapkan bahwa aggenda-agenda kepemudahan yang bertujuan baik untuk memberikan pengajaran tentang pentingnnya menjaga NKRI ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Lotim melalui Asisten I Setda Lotim Hanuddin menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PMII yang telah dan masih peduli pada pembelajaran pilar-pilar kebangsaan yang makin hari makin terkikis karena arus globalisasi. “PMII hadir mengingatkan kita akan pentingnya prihal tersebut,” ujarnya.

“Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika harus tetap tertanam pada jiwa-jiwa setiap warga negara,” tegasnya.

(r3)

Bagikan :