MATARAM – Indeks Prestasi Manusia (IPM) NTB ditarget 5 hingga 10 tahun kedepan diprediksikan akan berada diposisi peringkat 25 secara nasional.

Target untuk peningkatan IPM NTB yang saat ini berada pringkat 30 dari 34 jumlah provinsi tersebut akan terus dilakukan atau digenjot lewat program dari pihak BKKBN perwakilan NTB.

Lewat program yang dimiliki oleh BKKBN yaitu program Keluarga Berencana (KB) tersebutlah maka indikator-indokator tolak ukur IPM tersebut bisa ditekan.

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN NTB, DR Lalu Makripuddin, percepatan peningkatan IPM NTB sudah kelihatan dan percepatannya tertinggi secara nasional. Lalu kenapa berada diangka urutan 30 itu, karena sejak awal star untuk percepatan terlalu jauh hingga menyebabkan tertinggal.

“Pada tahun 1993 IPM kita pada angka 56, sedangkan angka nasional berada di angka 67, namun kita NTB baru mencapai angka 67 baru pada tahun 2013. Akan tetapi pada tahun itu nasional sudah pada angka 72,” kata Lalu Makripuddin, ketika ditemui disela acara pertemuan Kemitraan dengan media masa lokal di kantor Perwakilan BKKBN NTB, Jumat 20 Oktober 2017.

Karena itu ungkapnya, NTB tertinggal sangat lama yaitu sekitar 17 tahun. Jadi solusinya ketiga indikator IPM yaitu pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Bila indikator tersebut berhasil di hilangkan dan ditekan, maka IPM NTB secara otomatis akan meningkat.

“Bagamaimana kita meningkatkan IPM. Ini salah satu caranya melalui program KB,” ujarnya, seraya mengungkapkan bahwa melalui program KB bisa mendewasakan usia pernikahan, mengatur jarak kelahiran dan menambah usia hidup.

Maka dengan itu, kata dia, tidak menutup kemungkinan selama 5 hingga 10 tahun kedepan kalau percepatan terus seprti saat ini, tidak menutip kemungkinan bisa berada pada rangking 20-25 kalau upaya yang seprti sekarang ini turus dilakukan atau digalakkan.

(mn-07/r3)