LOBAR – Sebanyak tiga puluh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dibaretkan, setelah lulus dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berlangsung selama tiga bulan di BPSDM Provinsi NTB.

Pembaretan itu menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan pengembangan diri setelah tuntas dalam diklat yang seluruhnya dibiayai dari APBD Lobar Tahun 2017 ini dilaksanakan hari Senin 23 Oktober 2017, di halaman Markas Sat Pol PP Lobar.

“Tujuan pelatihan itu harus diinternalisasikan oleh seluruh anggota Sat Pol PP,” tegas Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, sembari mengingatkan kesadaran korps yang tinggi antar anggota.

Implementasinya menurut Bupati, harus tercermin dalam disiplin tugas dan semakin profesional dalam menjalankan tugas.

Kepala Bidang Operasional Sat Pol PP, I Ketut Rauh l, S. STP menegaskan hal yang sama. “Inti utama dalam diklat dan pembaretan itu adalah penguatan mental anggota,” ujarnya.

Rauh menargetkan para anggota yang telah memperoleh diklat semakin profesional dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugas. “Tugas pokok kami adalah pengamanan aset, penegakan trantib, dan penegakan perda. Selama ini seluruhnya masih dalam konteks non-justisi. Namun di tahun ini kita sudah mengarah ke justisi,” pungkas Rauh sambil menyebutkan lima kasus miras yang sudah diarahkan ke justisi bekerja sama dengan kepolisian.

Acara pembaretan ini dirangkai pula dengan penanda tanganan naskah kerja sama. Pemkab Lobar telah bersepakat dengan Polres Lobar untuk memberikan pelatihan kepada putra putri Lobar yang ingin menjadi anggota Kepolisian.

“Nanti Polres akan memberikan pelatihan sehingga ketika ada rekrutmen anggota kepolisian, putra putri Lobar lebih siap menempuh ujian,” tandas Fauzan.

Fauzan menyambut baik kesepakatan kerja sama itu sehingga mampu menyiapkan sumber daya manusia Lombok Barat dalam perekrutan calon anggota kepolisian. Acara pembaretan ini kemudian diakhiri dengan pembaretan seluruh anggota dan percikan air yang dimulai oleh Bupati dan diteruskan oleh seluruh Kepala SKPD dan tamu undangan.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP I Wayan Jiartana mengatakan, MoU yang sudah ditandatangani bersama Pemerintah Daerah Lombok Barat tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada putra putri daerah sehingga nantinya mereka tahu bahwa penerimaan calon anggota polri harus melewati screening yang begitu ketat, “sehingga tidak ada lagi anggapan yang negatif terhadap penerimaan calon anggota polri” pungkas Jiartana.

(mn-09/r3)