Juni 2017, Daya Beli Petani NTB Meningkat

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan pada 8 kabupaten di Provinsi NTB, terjadi NTP yang berfluktuasi setiap bulannya.

Pada bulan Juni 2017 dengan tahun dasar (2012=100) NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat berada di atas 100 (tercatat 105,09) yang berarti petani mengalami peningkatan daya beli.

Hal ini dikarena kenaikan harga produksi relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya.

Menurut Kepala BPS NTB, Endang Tri Wahyuningsih, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada bulan Juni 2017 mengalami peningkatan sebesar 0,68 persen bila dibandingkan dengan NTP Mei 2017 yaitu dari 104,37 menjadi 105,09.

“Peningkatan ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) meningkat sebesar 1,23 persen dan indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat sebesar 0,55 persen,” terangnya, pada Senin 3 Juni 2017, siang.

Dimana pada bulan Juni 2017, kemampuan daya beli petani di Provinsi NTB pada 3 subsektor berada di atas 100 (cukup baik) yang terdiri dari sub sektor Tanaman Pangan (104,98) sub sektor Peternakan (120,55) dan subsektor Perikanan (105,28).

Sedangkan subsektor lainnya memiliki kemampuan daya beli yang rendah atau NTP di bawah 100 yaitu sub sektor Perkebunan Rakyat (93,32) dan subsektor Hortikultura (90,20).

Dari 33 Provinsi yang dilaporkan pada bulan Juni 2017, terdapat 12 provinsi yang mengalami peningkatan NTP, 20 provinsi mengalami penurunan NTP dan 1 provinsi tidak mengalami perubahan.

Peningkatan tertinggi terjadi di Provinsi Banten yaitu sebesar 1,34 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung yaitu sebesar 1,42 persen, dimana indeks yang diterima petani meningkat sebesar 1,23 persen.

Sementara itu untuk Nilai Tukar Usaha Pertanian Provinsi NTB yang diperoleh dari hasil bagi antara indeks yang diterima petani dengan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM), pada bulan Juni 2017 tercatat 117,03 yang berarti mengalami peningkatan 0,47 persen dibandingkan bulan Mei 2017 dengan Nilai Tukar Usaha Pertanian 116,49.

(mn-07/r3)

Bagikan :