Ruslan Effendi, Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram

Terkait  Siswa Bolos Sekolah yang Berbuntut Kecelakaan Lalu Lintas


Mataram, MATARAMnews – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Ruslan Effendi, mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah baik SMP, SMA, SMK di Kota Mataram untuk memperketat pengawasan dan tidak memberikan peluang kepada siswa untuk bolos pada jam-jam sekolah.

Penegasan itu, ia sampaikan menyusul seorang pelajar sekolah tingkat pertama ditabrak mobil saat membolos sekolah pada, Kamis (1/3/2012) pagi lalu. Sekitar pukul 09.15 wita. Siswa yang diketahui bernama Rokid Apandi (16) warga Lingkungan Dasan Sari, Ampenan, mengalami kecelakaan saat sedang melintas dijalan Pejanggik tepatnya didekat kantor PMI Mataram.

Siswa yang duduk dikelas 3 SMPN 15 Mataram tersebut ditabrak oleh sebuah mobil kijang hingga mengakibatkan motor jenis bebek dengan Nopol DR 2498 BK ringsek namun korban hanya mengalami luka lecet dikaki dan bibir saja.

Pada saat kejadian siswa ini hendak menyeberang dari arah Selatan ke utara namun diduga tidak waspada akhirnya kecelekaan tersebut terjadi. Bahkan sangat disayangkan, pada saat anggota Satuan Lantas yang menanyakan kelengkapan berkendaran siswa ini tidak dapat menunjukkannya.

Dengan kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi siswa lainnya dan masyarakat pada umumnya agar dalam berkendara selalu hati-hati untuk menjaga keselamatnnya. Sangat disayangkan ternyata siswa tersebut tidak masuk sekolah padahal ia sudah menggunakan pakaian seragam lengkap, hal ini diperkuat oleh pihak sekolah yang datang langsung ketempat kejadian.

“Kalaupun ada itu sifatnya kasuistis paling 1 atau 2 orang. Nanti kalau ada temuan, kita cek kembali,”ujarnya.

Menurutnya, pemberlakuan bagi siswa SMP untuk tidak menaiki sepeda motor ke sekolah sudah diberlakukan 2 tahun terakhir. “Sebenarnya sudah tidak boleh pakai sepeda motor lagi,”terangnya.

Sementara, disinggung apakah pemberlakuan menggunakan sepeda motor akan diterapkan di SMA/SMK, Ruslan, mengatakan untuk SMA/SMK pihaknya masih mengkaji dan menganlisis terlebih dahulu.

“Kalau di SMA itu nantinya lebih banyak manfaat atau posistifnya silahkan tetapi kalau banyak negatifnya mungkin kita akan berikan dengan persyaratan tertentu,”jelasnya.
Namun, pihaknya mengakui jika di SMA tempat parker selalu penuh karena kurang memadai karena halaman sekolah terlalu sempi. “Sebetulnya pihak sekolah sudah cukup ketat dalam meberikan pengawasan agar anak-anak tidak bolos sekolah,”ungkapnya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !