Halal Bi Halal NU NTB : “Menumbuhkan Kembali Nilai Pancasila dalam Bingkai NKRI”

MATARAM – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) NTB menggelar halal bi halal bersama para tokoh lintas agama, bertema “Menumbuhkan Kembali Nilai Pancasila dalam Bingkai NKRI”.

Bertempat di halaman utama Kampus UNU NTB, Halal Bi Halal NU NTB, pada Kamis 27 Juli 2017, dihadiri Musytasar PBNU TGH LM Turmudzi Badarudin, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Syiradj, Kakanwil Kemenag NTB H Nasarudin, Sejumlah unsur dari Pemprov NTB, tokoh-tokoh lintas agama, serta ratusan jamaah NU.

Pada hari ini kita melaksanakan halal bi halal yang diselenggarakan oleh PW NU NTB bersama para tokoh-tokoh lintas agama di NTB dan seluruh ormas.

Ketua PW NU NTB TGH Ahmad Taqiuddin Mansyur menegaskan, NU siap menjadi pelopor toleransi, merawat perbedaan secara bersama sama. “Ada beberapa hal yang harus dilaksanakan yaitu ta’aruf (perkenalan), ta’awun (saling membantu) diantara kita, tasamukh (toleransi),” ucapnya.

Dihadapan para tokoh lintas agama yang menghadiri halal bi halal tersebut, Ketua NU NTB mengungkapkan bahwa 60 persen jumlah jama’ah NU di NTB, secara bersama sama dengan para tokoh lintas agama akan terus menjaga kondusifitas daerah untuk tetap terjaga.

Hal itu diamini Kakanwil Kemenag NTB H Nasarudin. Dengan halal bi halal bersama tokoh lintas agama itu, menurut Nasrudin, betapa keragaman yang bersatu wujud persatuan dan kesaktian yang telihat dari nilai-nilai Pancasila.

Menurut Nasrudin, Pancasila merupakan rangkuman dalam semua kitab yang ada di dunia. Tinggal bagaimana melaksanakan dalam tataran kehidupan sehari-hari. NU bisa membantu dan mendorong. “Apalagi yang dikritik, karena sudah final,” tegasnya.

“Hanya segelintir orang yang memperamaslahkan Pancasila. Kita yang masih sadar dan tidak gila ini mari kita menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” imbuh Kakanwil Kemenag NTB itu.

Sementara itu, dalam pidato kebangsaan yang disampaikan Ketua Umum PBNU Prof DR KH Said Agil Syiradj, salah satunya yaitu menegaskan menolak sekolah lima hari atau full day school (FDS) diberlakukan.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan oleh Subandi kepada UNU NTB sebesar Rp 300 juta. Dilanjutkan dengan do’a yang disampaikan Musytasar PBNU TGH LM Turmudzi Badarudin.

(mn-05/r3)