Wakil Ketua DPRD Dompu Iwan Kurniawan

Dompu, MATARAMnews – Wakil Ketua DPRD Dompu Iwan Kurniawan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dompu agar tidak mengkaburkan persolan yang substansial dari permasalahan utang rentenir itu. Ia merasa dirinya dan keempat rekannya merupakan korban dari isu utang rentenir yang dicuatkan.

‘’Nama kami terkesan disebut-sebut agar asumsi masyarakat tentang utang rentenir yang dilakukan oknum Bendahara dengan membawa nama Pemkab teralihkan,’’ papar politisi PAN ini usai menggelar Jumpa Pers bersama anggota DPRD lainnya didampingi kuasa hukum.

Menurut Iwan Pemkab tidak boleh berdiam diri tanpa melakukan upaya hukum terhadap salah seorang staf di lungkup Pemerintah setempat yang di duga sengaja membawa nama Pemerintahan dalam melakukan aksinya terhadap sejumlah rentenir.

‘’Masalah ini berkaitan dengan pemerintah bukan kami di DPRD,’’ tukasnya. Soal penyebutan sederatan nama wakil rakyat oleh Sriguna pada saat melakukan orasi demonstrasi yang menuding ikut menerima uang dari Bendahara Memet, Iwan bahkan berani melakukan sumpah pocong maupun sumpah adat lainnya untuk membuktikan dirinya tidak melakukan hal yang dianggapnya tidak sesuai dengan rel aturan itu.

‘’Kalaupun itu dibutuhkan, saya berani bersumpah,’’ katanya lagi.

Plt Sekda Dompu Drs H Agus Buhari yang kebetulan berada ditempat yang sama mengaku pihaknya telah melakukan upaya hukum atas penghinaan secara kelembagaan terhadap Pemkab Dompu yang dilakukan oleh koordinator-koordinator aksi pada saat berdemonstrasi.

‘’Puluhan orator yang sempat mencemarkan nama pemerintah dalam orasinya telah kami laporkan termasuk Sriguna cs dan sekarang tengah diproses oleh aparat Polres Dompu,’’ terangnya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !