Ketika Ulama Yaman Disambut Hangat Tuan Guru Bagu

LOMBOK TENGAH – Ulama Yaman Syech Sayyid Umar Bin Zain bersama rombongan, pada Rabu (26/4/2017), mengunjungi pembina dan pengasuh ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Lombok Tengah TGH. LM. Turmudzi Badarudin.

Kunjungan silaturrahmi Ulama Yaman Syech Sayyid Umar Bin Zain bersama romongan di Ponpes Qamarul Huda Bagu, diterima hangat Tuan Guru Bagu sapaan TGH. LM. Turmudzi Badarudin.

“Kami mengucapkan selamat datang Syech Sayyid Umar Bin Zain bersama rombongan di Ponpes Qamarul Huda Bagu Lombok Tengah,” ucap TGH. LM. Tamim Ali Akso, mendampingi Tuan Guru Bagu, saat menerima Syech Sayyid Umar Bin Zain bersama rombongannya di auditorium Utama Shaleh Hambali Ponpes Qamarul Huda Bagu.

Syech Sayyid Umar Bin Zain merasa terhormat diterima hangat Tuan Guru Bagu. Ucapan terima kasih disampaikannya karena merasa diterima dengan ahlak dan senyum Tuan Guru Bagu. Ulama Yaman ini juga menyebut Tuan Guru Bagu adalah guru yang sangat dihormati.

“Sungguh mulya bagi saya bisa bertemu langsung bersama TGH. LM. Turmudzi Badarudin. Beliau guru kita bahkan guru di Makkah juga,” ungkap Syech Sayyid Umar dihadapan Tuan Guru Bagu yang didampingi TGH. LM. Tamim Ali Akso, TGH. Syubki Assasaki, TGH. M. Zarkasi Efendi dan para pengurus ponpes serta para ustadz dan santriawan santriawati.

Ulama Yaman ini juga menyebut bahwa Madrasah atau sekolah binaan Tuan Guru Bagu merupakan Madrasah yang sangat barokah. “Dengarkan nasehat-nasehat beliau, beliau adalah permata, bersyukurlah kalian bersama beliau, ilmu-ilmu TGH. LM. Turmudzi Badarudin diambil dari sanad-sanad yang jelas dari para ulama,” ujarnya.

Diakui Ulama Yaman tersebut, kedatangannya bersilaturrahmi ke Tuan Guru Bagu murni karena merasa kecintaannya kepada para guru seperti Tuan Guru Bagu dan pengikut-pengikutnya. Ia berharap para tuan guru di Lombok yang sudah mengajarkan ilmu-ilmunya bisa dilaksanakan dengan baik.

“Ilmu-ilmunya yang barakoh itu bukan yang bertebaran dari internet-internet, akan tetapi ilmu-ilmu yang langsung diberikan atau diajarkan oleh para ulama dan guru kita secara langsung yang sanad keilmuannya jelas. Kita harus bersyukur dengan hati, bersyukur dengan ketaqwaan. Ilmu itu harus dibarengi dengan amal, jangan ikuti-ikut seperti apa yang di tonton di TV,” katanya.

(zam/red)