Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Yeyen Soprian Rahmat

Mataram, MATARAMnews – Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Yeyen Soprian Rahmat, mengungkapkan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah di khawatirkan akan berdampak kepada bertambahnya tingkat kemiskinan di Kota Mataram. “Kita khawatir kalau BBM naik maka kemungkinan kemiskinan akan bertambah,” kata Yeyen, Selasa (6/3/2012).

Kendati tingkat kemiskinan dan pendidikan di Kota Mataram masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di NTB. Namun, menurut Yeyen, dari sisi kesehatan dan pengangguran Kota Mataram masih tergolong cukup tinggi.

“Apakah kualitas pendidikan sehingga kompetensi pencari kerja itu sulit bersaing atau jumlah lapangan kerja yang terbatas,” ungkapnya.

Terkait hal itu, saat ini DPRD Kota Mataram telah mengajukan sembilan Raperda untuk bisa dijadikan Perda Kota Mataram, salah satunya adalah Raperda tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota Mataram.

“Kenapa perda ini sangat penting karena salah satunya untuk mengantisipasi kebijakan seperti ini,”jelasnya.

Sebagaiman dikatehui, saat ini DPRD Kota Mataram telah mengusulakan sembilan buah Raperda sebagai hak inisiatif DPRD untuk dijadikan Perda Kota Mataram. Sembilan raperda itu, adalah Reperda tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan di Kelurahan, Raperda tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga, Raperda tentang Pencegahan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan, kemudian Raperda tentang Peredaran Minuman Keras, Raperda tentang Pengelolaan Zakat, Raperda tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis, Raperda tentang Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor, Raperda tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kota Mataram, dan Raperda tentang Pengelolaan Sampah di Kota Mataram.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !