Bea dan Cukai Mataram Komit Menindak Hasil Tembakau

MATARAM – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bae Cukai Tingkat Madya Pabean C Mataram, berkomitmen untuk melakukan penindakan terhadap hasil tembakau guna untuk meningkatkan pendapatan negara dari hasil cukai.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Mataram Himawan Indarjono mengatakan akan mengoptimalkan terhadap penerimaan negara di sektor cukai terutama cukai hasil tembakau.

“Kami dari bea dan cukai Mataram komit untuk melakukan penindakan terhadap hasil tembakau terutama di sentra produksi dan sektor pemasaran. Kami akan mengoptimalkan penindakan untuk senantiasa mengoptimal penerimaan negara dari sektor cukai, terutama cukai tembakau,” kata Himawan saat ditemui disela acara silaturahim Bea Cukai Mataram dengan elemen masyarakat yang disertai dengan sosialisasi peraturan kepabeanan dan cukai.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan tokoh lintas agama serta SKPD digelar oleh GP Ansor Kota Mataram bersama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram, Selasa (16/5/2017).

Menurutnya, perlu diketahui di Mataram-Lombok obyek utamanya adalah hasil tembakau iris yang akan dipasarkan ke sejumlah daerah.

“Alhamdulilah dari hasil beberapa penindakan dan operasi kami dilokasi Mataram khususnya pulau Lombok, telah beberapa kali melakukan edukasi dan penindakan yang berbuah pada tingkat kepatuhan dari para pengguna jasa, akhirnya mereka mengetahui dan akhirnya mereka mengurus ijin, dan berusaha secara legal,” terangnya.

Himawan berharap kepada pengusaha rokok yang ilegal kedepan bisa dibina agar bisa berusaha secara legal. Sehingga para pengusaha dibidang tembakau iris bisa mendapatkan hasil dan negara juga mendapatkan penerimaan dan hal tersebut menjadi tujuan dari bea dan cukai.

Diungkapkan juga, target yang diberikan kepada kantor Bea dan Cukai Mataram penerimaan cukai pada tahun 2017 ini sebesar Rp 8 milyar namun hingga per tanggal 30 April kemarin baru tercapai sekitar 38 persen.

Himawan sendiri optimis dan samgat berharap apa yang ditargetkan bisa tercapai yaitu dengan cara melakukan proses operasi pasar dan informasi dari masyarakat terkait titik-titik mana yang akan dibenahi agar penerimaan negara bisa ditingkatkan kembali dan nanti akan kembali kepada masyarakat di Lombok yaitu melalui dana bagi hasil cukai tembakau dan melalui pajak rokok.

Karena itu perlu dikenali ciri-ciri dari rokok ilegal yaitu memproduksi rokok tanpa izin, rokok tanpa dikemas dan tanpa dilekati pita cukai, lalu rokok dilekati pita cukai palsu atau bekas serta rokok dilekati pita cukai bukan peruntukannya.

“Perlu diingat bahwa dalam setiap batang rokok yang anda komsumsi, terdapat hak anda atas cukai yang anda bayar. Maka pastikan rokok yang anda konsumsi itu legal,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri mengatakan bahwa acara silaturahim dan sosialisasi yang diadakan oleh Kantor Bea dan Cukai Mataram dianggap sangat penting hal itu karena masih tabu dengan tugas dari Bea dan Cukai maka masih perrlu diberikan sosialisasi agar lebih memahami.

“Kenapa acara ini sangat penting karena jujur kami tabu dengan bea dan cukai,” ucapnya.

Sedangkan terkait dengan peredaran rokok ilegal dan ini sangat berbahaya bagi masyarakat karena tidak steril dan bisa juga mengandung bahan berbahaya, disamping itu juga bahanya karena merugikan bagi pemerintah yaitu pendapatan APBN dari bea dan cukai. “Jadi kalau banyak yang ilegal maka tentu akan merugikan negara,” ujarnya.

Hasan Basri mengajak semua pihak untuk ikut memerangi peredaran daripada rokok ilegal ditengah masyarakat.

(jo/red)

Bagikan :