Sisir Sentra Takjil, Ini Hasil Uji Cepat BBPOM Mataram

MATARAM – Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ekonomi rakyat pun turut menggeliat memberikan makna positif menyambut datangnya Ramadhan 1438 H. Makanan jelang buka puasa (takjil) bak cendawan di musim hujan membawa berkah rejeki bagi seluruh umat.

Karena itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, BBPOM Mataram hadir melakukan pengujian terhadap makanan dan minuman untuk berbuka puasa di Kabupaten dan Kota Bima.

Menurut, Kepala Seksi Pemeriksaan BBPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan serta sebagai wujud BPOM hadir di tengah masyarakat dengan melakukan pengujian terhadap makanan dan minuman.

Dimana hal tersebut telah dilakukan pada Senin (5/6/2017) dengan menggunakan mobil laboratorium keliling kembali menyisir sentra takjil di wilayah Kecamatan Sila Kabupaten Bima.

“Dari 31 sampel takjil yang terdiri dari sampel tahu goreng, bakso, ikan, salome, sambal plecing, kerupuk, mie basah dan aneka kudapan lainya dilakukan uji cepat seluruhnya memenuhi syarat dan tidak ditemukan adanya pangan yang mengandung bahan berbahaya formalin, boraks ataupun rhodamin b,” terangnya dalam rilis yang diterima media ini.

Lanjutnya bahwa hal serupa pada sehari sebelumnya terpadu dengan Dinas Kesehatan dan Disperindag Kota Bima, BBPOM Mataram juga melakukan sampling dan pengujian takjil di sentra takjil di lapangan Serasuba Kota Bima, alhasil ya tidak ditemukan makan dan minuman (takjil) yang mengandung bahan berbahaya. “Dari 43 sampel takjil seluruhnya aman dari bahan berbahaya,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut ungkap Yosef, selain melakukan sampling dan uji cepat terhadap pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya, BBPOM Mataram juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang Obat dan Makanan dengan cara pembagian leaflet dan brosur serta edukasi langsung kepada masyarakat.

Bahkan di mobil laboratorium keliling juga display produk kosmetik dan obat tradisional ilegal serta contoh pangan mengandung bahan berbahaya.

“Beberapa masyarakat nampak terkejut karena mengetahui obat tradisonal dan kosmetik yang digunakan ternyata mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Karena itu Kegiatan edukasi tersebut merupakan salah upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu melindungi diri mereka dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.

“Konsumen sudah saatnya menjadi konsumen yang cerdas dengan Cek KLIK, cek kemasan, cek Label, cek Izin Edar dan cek Kadaluarsa, untuk pangan siap saji tentu konsumen harus memperhatikan kebersihan tempat dan penjamah pangan,” tandasnya.

(mn07/r3)

Bagikan :