Tembok asrama mahasiswa Dompu mulai dibongkar oleh pembelinya

Mataram, MATARAMnews – Penghuni asrama mahasiswa Dompu kembali diberikan deadline waktu untuk segera hengkang. Mahasiswa penghuni asrama pelajar dan Mahasiswa Dompu diberikan tenggang waktu hingga Sabtu besok untuk segera pindah dan menempati asrama baru diwilayah Kekalik Ampenan.

Deadline waktu ini diberikan oleh pengurus Rukun Keluarga Dompu (RKD) mengingat asrama Dompu yang terletak dijalan Catur Warga No 27 Mataram tersebut telah dijual pada pihak ke-dua, bahkan penyerahan secara hukum telah dilaksanakan.

Untuk sosialisasi deadline waktu tersebut tiga orang pengurus RKD, diantaranya ketua RKD Kharul Zaman dan Sekretaris RKD, Mulyadin SH, melakukan pertemuan dengan penghuni asrama dan dihadiri pula oleh pihak kedua Mustari.

Setelah pertemuan segitiga tersebut, kemudian pihak kedua langsung membongkar tembok halaman sebelah barat dan memasukkan material, namun  sebelumnya tembok bagian depan halaman sudah dipasang seng.

Menurut sekretaris RKD, Mulyadin, bahwa pihaknya sudah memberikan pengertian kepada mahasiswa penghuni asrama dan diberikan batas waktu untuk pindah hingga Sabtu besok. “Pada prinsipnya adik-adik kami sudah setuju untuk pindah, “katanya.

Menurutnya, pada prinsipnya tidak ada masalah cuma yang dikhawatirkan oleh mahasiswa terkait persoalan beda pendapat dijajaran pengurus RKD untuk menjual asrama. Namun Mulyadin mengatakan bahwa persoalan tersebut biarlah pengurus yang mengatasinya dan kini hanya tinggal dua pengurus saja yang menolak dari 12 pengurus yang aktif.

Dikatakannya pula bahwa pada hari ini (Rabu,red)  RKD menyerahkan secarah fisik asrama kepada pihak kedua.

Sementara itu, munurut pihak kedua (pembeli asrama) Mustari,mengatakan bahwa deadline waktu yang diberikan terhadap penghuni hingga Sabtu besok. Dan pihaknya siap untuk mobilisasi perpindahan penghuni asrama.

Dikatakannya pula bahwa penyerahan secara hukum asrama sudah dilaksanakan pada tanggal 27 Februari kemarin dan pada hari ini hanya penyerahan secarah fisik saja.
Namun, akan diperuntukkan untuk apa tanah asrama seluas 10 are yang diperoleh secara tukar guling tersebut belum terpikirkan.

Sedangkan para penghuni asrama saat diminta komentarnya mereka tidak mau memberikan atau enggan memberikan keterangan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !