Syiar Kebangsaan di NTB, Komitmen Bersama Tegakkan NKRI

LOMBOK TENGAH – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor NTB menggelar acara Syiar Kebangsaan yang dirangkaikan dengan buka bersama dan santunan anak yatim piatu.

Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat yaitu Wakapolda NTB Kombes Polisi Drs Imam M, Wakil Bupati yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Loteng Lalu Pathul Bahri SIP, anggota DPRD NTB H Nurdin Ranggabrani, Kapolres Loteng AKBP Kholilur Rochman, Kabinda NTB Tarwo Kusnarno, dan Kakanwil Kemenag NTB H Nasarudin.

Selain itu hadir juga pada acara yang digelar Minggu (18/6/2017) sore di Lombok Tengah itu, diantaranya Ketua PW GP Ansor NTB, Ketua PW NU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur MPdI, TGH LM Turmudzi Badarudin, Ketua Ponpes NU Almansyuriah Sangkong Desa Bonder, Sekretaris GP Anshor NTB Irpan Suriadiata SH MH, Muspika Praya Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, para santri NU dan undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag NTB H Nasarudin mengatakan bahwa Islam adalah agama yang universal dan penuh dengan nilai-nilai demokrasi. “Islam, agama penuh damai, Islam menghormati pemeluk agama lain,” ucapnya.

Karena itu kerukunan umat beragama menjadi tanggung jawab bersama dan begitu juga dengan Narkoba dan radikalisme adalah musuh bersama. Tidak boleh hidup di negara tercinta.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) NTB Tarwo Kusnarno, mengatakan semua pihak dan warga negara mempunyai komitmen yang sama terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kepada warga masyarakat agar segera melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar kita,” imbuhnya.

Sedangkan Wakapolda NTB Kombes Pol Drs Imam Margono mengungkapkan, TNI dan Polri menjadi pilar utama dalam menjaga NKRI. “Tentu dengan dibantu oleh seluruh masyarakat, termasuk GP Anshor,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan Ketua GP Anshor NTB H Zamroni Azis SHI. “Slogan NU adalah NKRI Harga Mati. Itu sudah tidak bisa ditawar lagi,” tegas.

(mn-07/r3)