Bupati Fauzan: Kamtibmas Lombok Barat Kondusif

LOMBOK BARAT – Rapat Koordinasi Gubernur NTB dengan anggota FKPD dan Komunitas Intelijen daerah se-Provinsi NTB digelar di Aula Timur Pendopo Gubernur NTB, Senin (16/1/2017).

Rapat dihadiri seluruh anggota FKPD antara lain bupati/walikota se provinsi NTB, Danrem, Kapolda, Kajati, Kepala BIN Daerah NTB, dan Kepala BNN.

Pada kesempatan itu Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan pemaparan terkait kondisi dan isu-isu keamanan yang ada di di wilayahnya.

“Terkait dengan masalah atau konflik wilayah Lobar hampir tidak ada, walaupun ada namun itu bersifat berskala lokal,” tutur Bupati.

Kemungkinan pemicu konflik yang sering terjadi dan bisa diklasifikasikan ada dua yaitu masalah pertanahan dan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sperti acara adat nyongkolan yang menggunakan kesenian kecimol.

Untuk masalah pertanahan Bupati mengungkapkan banyaknya ditemukan sertifikan ganda yang terjadi di daerah sekotong ataupun daerah-daerah tempat wisata lainnya.

“Menyikapi persoalan tersebut saya meminta kepada Kepala Badan Pertanahan untuk dilakukan pengecekan ulang, karna ini nantinya akan menghambat investasi ataupun pengembangan wisata didaerah itu,” pintanya.

Sedangkan untuk masalah nyongkolan tersebut Bupati telah menginstruksikan masing-masing desa harus memiliki awik-awik yang arahnya adalah tidak boleh menggunakan kesenian kecimol untuk acara adat nyongkolan.

“Akan lebih arif kalau acara adat nyogkolan menggunakan kesenian gendang beleq yang jelas-jelas kesenian tradisional suku sasak,” tegasnya.

Terkait miras, Bupati Lobar mengatakan untuk menekan dan menghilangkan produksi miras tradisional (tuak toaq) ini telah melakukan percontohan di Desa Langko dengan memfasilitasi pelatihan pembuatan gula aren sampai pada pengemasannya.

Sejalan dengan itu Bupati Lobar bersama DPRD Lobar akan membahas Perda perlindungan produk lokal, isi dari perda itu nantinya diwajibkan bagi para hotel untuk membeli produk gula aren tersebut.

Sementara itu, Gubernur NTB dalam arahannya kepada seluruh anggota forum agar kondusifitas, keamanan, ketentraman dan ketertiban umum di daerah menjelang Pilkada tahun 2018 tetap terjaga.

Gubernur NTB berharap agar terus meningkatkan koordinasi, keterpaduan dan sinergisitas antar aparatur pemerintah daerah dengan unsur vertikal daerah melalui Forkopimda, khususnya dalam melakukan upaya/langkah-langkah antisipasi/deteksi dan cegah dini terhadap masalah dan potensi ancaman, tantangan, hambatan, gangguan pada pelaksanaan tahapan Pilkada serentak tahun 2018.

(asep/red)

Bagikan :