Pacu Adrenaline, KTP Lahap Trek Rempek Lombok Utara

LOMBOK UTARA – Sejumlah penghobi sepeda gunung yang tergabung dalam Komunitas Tinjal Pedal (KTP) menjajal trek jalan kampung di Lempajang Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.

Seperti diketahui sejak 3 tahun terakhir komunitas sepeda gunung di NTB makin menjamur, seiring berubahnya pola hidup sehat masyarakat. Ini juga ditunjang oleh kondisi geografis NTB yang menjanjikan sejumlah trek alami yang menantang.

“Saya sudah 3 tahun memilih olahraga sepeda gunung”, tutur Azmi salah seorang anggota club HMR. Menurutnya trek-trek sepeda yang ada di NTB khususnya Lombok sangat luar biasa.

Hal senada disampaikan Faul Gibbson Goweser yang tergabung dalam KTP. “Sejak bersepeda gunung badan saya lebih fresh,” ucapnya.

Pacu adrenalinmu, raih sehatmu dan cintai keluarga adalah moto para Goweser yang tergabung dalam komunitas tinjal pedal ini, sehingga dalam setiap perjalanan memacu adrenalin di trek MTB para penghoby sepeda yang tergolong tidak murah ini selalu menikmati olahraga yang tergolong ekstrim ini dengan tetap mengutamakan keselamatan, sehingga wajib hukumnya mengenakan peralatan keselataman, seperti body protektor, pelindung lutut helm fullface dan pelindung siku. Hal ini untuk meminimalisir cidera jika terjadi slip dan kehilangan kendali saat menjajal trek.

Trek jalan kampung di dusun Lempajang Desa Rempek merupakan salah satu trek yang tergolong cukup ekstrim di Lombok, kultur tanahnya yang keras dan berkelok disertai banyaknya jumpingan menuntut skill yang mumpuni, menempatkan trek rempek sebagai idola para pencinta olahraga sepeda gunung atau maountain bike ini.

“Ini adalah potensi besar bagi kabupaten Lombok Utara untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru, ucap Yusril Arwan ketua Club LMBC atau Lombok Muntain Bike Comunity. Menurut Yusril, penghobi sepeda MTB tersebar merata hampir diseluruh Nusantara dan Mancanegara. Mengingat sejak 2 tahun terakhir banyak kegiatan sepeda baik tingkat lokal, nasional dan mancanegara di gelar di NTB.

Ditambahkan Yusril, ketinggian Rempek sendiri Hampir 1000 mdl dengan panjang trek kurang lebih 20 km. Untuk mencapai trek ini, para goweser hanya membutuhkan waktu 1,5 jam Loaading dari Kota Mataram.

” Untuk sementara trek rempek menjadi trek terpanjang dengan turunan menantang di Lombok,” ujar Azmi sembari mengatakan sangat puas dengan trek yang dilaluinya.

(red)

Bagikan :