LOMBOK – Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin SH, sangat bersyukur Provinsi NTB dalam keadaan dan suasana yang stabil dalam bidang pertahanan, keamanan, politik, dan ekonomi. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Pemberdayaan Wilayah Pertahanan di Gedung Sangkareang, Selasa (14/3/2017).

“Alhamdulillah Provinsi NTB dalam keadaan dan suasana yang stabil baik dalam bidang pertahanan, keamanan, politik, dan ekonomi.

Wagub menyampaikan saat ini masih banyak tawuran yang terjadi di daerah lain. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian warga negara dalam upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara. Oleh karena itu melalui seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi yang membuka mata kita dalam menghadapi tantangan di bidang pertahanan dan kemananan negara, harapnya.

“Kita melihat banyak warga negara yang terusir dari negaranya sendiri. Hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan politik dan keamanan di negaranya yang mengakibatkan mereka harus mengungsi atau pindah ke negara yang lebih aman. Betapa prihatinnya jika hal tersebut terjadi di negara Indonesia, ujarnya. Oleh karena itu, setiap Warga Negara Indonesia perlu memelihara kemananan, ketertiban, meningkatkan rasa kebersamaan dan Bhinneka Tunggal Ika agar tidak gampang tersulut oleh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya. Wagub juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa tidak hanya di darat, laut dan gunung. Dalam menjaga aset bangsa tersebut penting untuk meningkatkan keamanan dan pertahanan negara agar wilayah dan aset jangan terlalu diintervensi atau dimasuki oleh pihak asing.

Seminar yang mengangkat tema Meningkatkan Semangat Bela Negara Dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan Negara Yang Tangguh ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok Kementerian Pertahanan di Daerah Kol. Inf. Eko Suprihantoro, Wakajati dan Kepala Bakesbangpoldagri.

Kepala Kantor Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok Kementerian Pertahanan di Daerah Kol. Inf. Eko Suprihantoro dalam laporannya menyampaikan seminar ini sebagai salah satu program dalam upaya bela negara. Jumlah peserta yang ikut dalam seminar ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

(hms ntb/red)