MATARAM – Pergantian pimpinan di jajaran Kepolisian Resort Kota (Polresta) Mataram disikapi Pemerintah Kota Mataram dengan menggelar acara Pisah Sambut antara Pemerintah Kota Mataram dengan Kapolresta Mataram.

Acara pisah sambut Kapolresta Mataram digelar di Aula Pendopo Wali Kota Mataram pada Kamis (16/03/17), dengan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito, Kapolresta Mataram yang baru AKBP Muhammad, segenap anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kota Mataram, jajaran Ketua dan Anggota DPRD Kota Mataram, jajaran ketua organisasi wanita Kota Mataram, serta jajaran SKPD lingkup Kota Mataram.

Dalam sambutan perkenalan oleh Kapolresta Mataram yang baru AKBP Muhammad, dikatakan bahwa sebelum mengemban jabatan baru menggantikan AKBP Heri Prihanto yang kini mengemban amanah sebagai Wadir Intelkom Polda Lampung, selama 1,5 tahun dirinya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa. Namun diakui Muhammad, dirinya tidak asing lagi dengan Kota Mataram karena sebelum berdinas di Polres Sumbawa, dirinya juga pernah ditugaskan di markas Polda Nusa Tenggara Barat. “Saya siap melaksanakan tugas di Kota Mataram, ponsel saya akan on 24 jam, membuka diri dengan semua pihak demi pelaksanaan tugas di Kota Mataram”, tegasnya.

Sementara dalam sambutan penerimaannya, Wakil Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana berharap Kapolresta Mataram yang baru akan dapat bersinergi dengan seluruh pihak terkait di Kota Mataram untuk memenuhi harapan masyarakat Kota Mataram dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lebih baik lagi. Mohan meyakini Kapolresta Mataram yang baru sudah benar-benar memahami kondisi sosiologis masyarakat Kota Mataram, dengan kompleksitas permasalahan dan kemajemukan masyarakat di Kota Mataram yang kerap kali memunculkan masalah klasik seperti konflik-konflik sosial sebagaimana terjadi di kota-kota lain yang tengah berkembang.

“Diawal masa kepemimpinan kedua saya dengan Wali Kota, ada sedikit gangguan kamtibmas yang bisa berdampak masif. Berkat kerjasama dengan semua pihak termasuk dengan Kapolres lama AKBP Heri Prihanto, semua bisa diatasi dengan baik”, tuturnya.

Kepada Kapolresta Mataram AKBP Muhammad, Mohan menitipkan pesan untuk memberi perhatian khusus terhadap persoalan minuman keras tradisional. Minuman keras tradisonal dipandang Mohan sebagai akar konflik diantara anak-anak muda di Kota Mataram. Konflik pribadi yang berawal dari minuman keras inilah yang kerap kali ditarik ke konflik yang lebih besar, bahkan ke arah SARA. Kebijakan dari Pemerintah Kota Mataram untuk hal penjualan minuman keras tradisional sudah dikeluarkan, setidaknya pedagang tidak lagi menjualnya secara demonstratif. Dan untuk kebijakan tersebut dibutuhkan dukungan dari semua pihak, khususnya dari pihak kepolisian.

“Saya percaya pak Kapolres sudah betul-betul paham. Selamat bertugas menjalankan tugas dan fungsinya, kami siap berkoordinasi sesuai dengan peran masing-masing untuk kebaikan masyarakat di Kota Mataram.”, tutupnya.

(hms-mtr/red)