Pawai Ogoh Ogoh di Lombok Barat, Semarak di Lima Titik

LOMBOK BARAT – Seperti biasanya, perayaan hari raya Nyepi umat Hindu tahun 2017 diawali dengan pawai ogoh-ogoh. Beraneka rupa ogoh-ogoh menyeramkan merupakan simbolisasi dari ketidak baikan, keburukan, atau kejahatan yang ada di alam semesta yang akan menjadi penghalang umat manusia dalam melaksanakan dharma atau berbuat kebaikan. Ogoh-ogoh ini diarak keliling kampung untuk kemudian dibakar sebagai perwujudan musnahnya kejahatan.

Di Kabupaten Lombok Barat, pawai ogoh-ogoh diselenggarakan di beberapa titik pemukiman umat Hindu. Dari hasil pemantauan sementara, ada sekitar 5 titik penyelenggaraan oleh komunitas-komunitas muda dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tingkat kecamatan. 5 titik itu adalah di Desa Pelangan, Desa Giri Tembesi, Desa Jagaraga Indah, Desa Suranadi, dan Desa Taman Sari.

Dalam prosesi pawai ogoh-ogoh tersebut, tidak hanya dihadiri oleh para pemangku atau tetua tokoh agama Hindu di masing-masing desa, namun juga rata-rata dihadiri oleh jajaran pimpinan kecamatan, Kapolsek, dan Kepala Desa masing-masing wilayah.

Prosesi pawai ogoh-ogoh yang merupakan bentuk usaha spiritual umat Hindu dalam menyiapkan Tapa Bhrata di malam dan hari penyepian besok. Nyepi yang menjadi simbol pengendalian nafsu duniawi manusia akan dimulai saat terbenam matahari pada sore ini di mana seluruh umat akan menyelenggarakan amati geni, amati karya, dan amati lelanguan yang berakhir besok sore saat matahari terbenam di ufuk barat.

Tiga simbol tersebut yang diyakini oleh Umat Hindu akan membawa umat manusia bisa sentausa dan harmoni dengan alam semesta.

Karnaval ogoh-ogoh di Lombok Barat, di samping bermakna spiritual bagi umat yang meyakininya, juga menjadi potret keberagaman masyarakat yang indah. Keindahan tersebut kemudian menitiskan pesan damai dalam toleransi dan semangat untuk membangun Lombok Barat secara bersama-sama oleh lintas umat beragama.

Bupati Lombok Barat, melalui Kabag Humas dan Protokol H. Saiful Ahkam menyatakan bangga dengan semangat toleransi yan ditunjukkan oleh masyarakat serta semangat relijius oleh umat Hindu di Lombok Barat.

“Alhamdulillah perayaan Hari Raya Nyepi yang didahului oleh pawai ogoh-ogoh berlangsung meriah dan aman. Dari laporan Bakesbangpol, desa-desa yang melaksanakan pawai mendapat dukungan dari para Kades dan para camat. Ini menjadi motivasi untuk kita semua meningkatkan semangat membangun Lombok Barat secara bersama-sama”, ujar Ahkam sambil mengucapkan “Selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1939, semoga Umat Hindu dapat melaksanakan ibadahnya dengan aman dan tenang”.

(asep/red)