Dinsos Lobar Drop Air Bersih Bagi Warga Terkena Dampak Kekeringan

LOBAR – Kekeringan di musim kemarau panjang ini membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air bersih. Terutama di wilayah-wilayah dataran tinggi dengan akses mata air dan sumur yang semakin sulit memenuhi kebutuhan warga.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) harus memeras otak dan tenaga untuk bisa hadir membantu warganya. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lobar, pada Sabtu 23 September 2017, dengan membantu 107 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Dopang Selatan Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari yang mengalami kesulitan air bersih.

Warga yang tinggal di dataran tinggi ini biasanya harus menempuh jarak lebih dari satu kilo meter untuk mendapatkan air bersih dari sumur-sumur warga yang masih memiliki debit air cukup besar.

Kepala Dinas Sosial Hj. Ambaryati menyatakan bahwa di lingkup Pemkab Lobar telah ada koordinasi pembagian tugas dan zona dalam membantu penyaluran air bersih. “Dinas Sosial kebagian wilayah Utara”, ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran ke Desa Dopang ini berdasarkam tingkat kemendekasan dan kedaruratannya karena cakupan warga yang membutuhkan sangat besar.

“Kita mengerahkan satu tangki berkapasitas 5000 liter dengan empat personil dari Tagana,” paparnya sambil berharap hal tersebut dapat membantu warga jangka pendek.

Seperti diketahui area yang terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini semakin meluas. Banyak warga yang bermukim di area tadah hujan dan minim mata air mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Pemkab Lobar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pemetaan area-area tersebut. Bersama banyak pihak, di antaranya Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang, Basarnas, Dinas Sosial, bahkan pihak Kepolisian RI telah menerjunkan bantuan air bersih beberapa waktu lalu di banyak titik kekeringan yang kritis. Dinas Sosial Kab. Lobar diberikan tugas wilayah utara agar seluruh titik kritis tersebut dapat dilayani secara optimal.

(mn-09/r3)