Sekretaris Desa Sesait Agus Demung Waji

KLU, MATARAMnews –  Kualitas, produktifitas dan hasil tani ternak tradisoanal di Lombok Utara masih tergolong rendah. Hal ini mendorong masyarakat untuk membetuk kelompok sebagai alat pengajuan bantuan dan pemberdayaan ke Pemerintah Daerah (Pemda).  Kelompok Tani ternak ‘Bina Bersama’ Dusun Lokok Tujan Desa Sesait Kecamatan Kayangan adalah salah satu Kelompok Tani Ternak yang baru beberapa waktu lalu diresmikan.

Kepada MataramNews, Jumat (9/3/2012), Ketua Kelompok Tani ‘Bina Bersama’, Ismuningrat mengungkapkan bahwa  selain faktor keamanan pembentukan kenlompok tani ternak juga bertujuan untuk mampu mengolah dan mengembangkan hasil pertanian dan peternakan. Namun jelasnya, mengingat keterbatasan kemampuan masyarakat maka kami sangat mengharapkan bantuan dan pembinaan dari pemerintah.

Dalam kelompok ‘Bina Bersama’, lanjut ketua kelompok yang biasa disapa Ingrat, semua program kerja kelompok atas dasar kesepakatan bersama semua anggota.  Jumlah anggota sebanyak 40 orang terbilang besar bila dibandingkan persyaratan minimal jumlah anggota yang ditentukan Dinas Peternakan yaitu 15 orang. Namun jumlah anggota yang besar sangat menguntungkan kami dalam pengamanan ternak.

Ditambahkannya, dalam waktu delapan bulan terakhir terjadi sekitar 12 kali kasus pencurian ternak sapi di wilayah Dusun Lokok Tujan dan sekitarnya. Dengan terjaminnya keamanan kami akan memiliki kesempatan untuk melakukan upaya penguatan kelembagaan sekaligus pengembangan pengelolaan ternak, baik dalam hal harga maupun pemanfaatan limbah. Untuk itu kami sangat mengharapkan bantuan Pemda.

Ditempat terpisah, Sekretaris Desa Sesait Agus Demung Waji saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan bahwa sampai saat ini terdapat delapan kelompok ternak di Desa Sesait. Kelompok tersebut terbentuk dalam kurun waktu 2010 sampai awal 2012. Semuanya terdaftar di Dinas Peternakan yang terdiri dari dua kelompok ternak SMD (Sarjana Membangun Desa) dan memperoleh bantuan dari Pusat, sedangkan enam kelompok lainnya adalah atas dasar kesadaran masyarakat sendiri.

Selain karena faktor keamanan, tujuan pembentukan kelompok juga diarahkan dalam rangka pencapaian derajat hidup masyarakat. Maka dalam rangka itu, terang Sekdes, masyarakat harus dibina untuk merubah pola dan sistem peternakan yang lebih maju. Di Desa Sesait kedepan kita akan arahkan upaya antar kelompok untuk lebih komunikatif dan koordinatif baik dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam hal penguatan kelembagaan.

Keberadaan dua kelompok ternak yang dikelola oleh SMD akan sangat membantu perkembangan kelompok-kelompok yang ada disamping adanya pembinaan dan bantuan dari pemerintah. Sehingga dengan adanya interaksi antar kelompok akan sangat memudahkan dalam proses transfer ilmu dan teknologi. Kondisi tersebut merupakan ciri peternak modern dengan indikator adalah kemandirian kelompok dan kesejahtera anggota.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Adibawe UPTD Peternakan dalam setiap kesempatan selalu mengapresiasi setiap terbentuknya kelompok ternak. “Ini adalah bentuk kesadaran masyarakat untuk lebih maju dan mandiri,” ucap Kabid Peternakan. Sebagai program unggulan pemerintah Provinsi NTB, Bumi Sejuta Sapi (BSS) di tahun 2012 masih dalam tahapan akselerasi atau percepatan jumlah populasi ternak hingga satu juta sapi.

Untuk mendukung program tersebut ada beberapa bentuk program yang akan digalakkan Pemda yaitu penyebaran pejantan, PIN, pengendalian produksi, pengendalian penyakit pedet, pengendalian pemotongan induk produktif, stimulus kandang dan 1 induk 1 r 1 anak. Berdasarkan peraturan Bupati No. 16 tahun 2011 maka Pemda akan memberikan bantuan sapi bergulir kepada kelompok ternak yang masih tergolong kurang mampu. Bantuan akan diberikan selama 4 tahun dan setelah itu akan dikembalikan lagi untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang belum menerima.

Selain itu Adibawe juga menyebutkan jumlah kelompok ternak yang bergitu tinggi yaitu 195 kelompok dan terbesar ada di Kecamatan bayan dan Kayangan. Sekitar 90 kelompok belum mendapatkan bantuan. Jadi kami berharap kepada kelompok baru untuk bersabar, harapnya. Untuk populasi sapi di kecamatan Kayangan terdapat sekitar 15 ribu ekor. Jika populasi ternak tersebut terus bisa ditingkatkan maka harapan untuk bisa mandiri dan sejahtera akan semakin nyata.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !