I Gede Jelantik, S.PA(K) saat memberikan materi penyuluhan dihadapan peserta penyuluhan

Loteng, MATARAMnews – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Nusa Tenggara Barat adakan penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di aula lantai dua Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussibyan, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, (17/3/2012). Dalam penyuluhan itu, dilibatkan sebagai pembicara diantaranya, I Gede Jelantik, S.PA(K) penasehat dan psykolog anak, Dr Hj. Mimi Astuti penasehat IIDI Cabang NTB dan mantan ketua IIDI NTB.

Dengan adanya penyuluhan itu, antusias para ibu yang mendatangi penyuluhan serta santri dan siswa Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussibyan, ikut mendengarkan secara langsung penjelasan penyuluhan terkait masalah kesehatan tersebut. Dalam kesempatan itu, IIDI Cabang NTB juga membagikan susu dan bubur secara gratis kepada para ibu, anak-anak dan bayi usia 1-3 tahun. Bahkan Dr. Hj Mimik Astuti dan pengurus IIDI NTB lainnya memperagakan secara langsung cara membasuh tangan bagi anak-anak.

Dijelaskan Dr. Hj Mimik Astuti mengenai PHBS, “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  sesuai keputusan Raker IIDI ke XII tahun 2011 di Pekanbaru, bahwa PHBS sebagai “way of life” menjadi program prioritas untuk dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata dalam langkah melaksanakan tujuan akhir IIDI.

Tujuan akhir yang dimaksud dalam program kerja IIDI yaitu menghasilkan generasi bangsa sehat jasmani dan rohani, berkeperibadian mulia, tangguh mengahadapi persaingan dalam era globalisasi. Dimulainya PHBS  dilingkungan keluarga, sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan para murid, guru, karyawan dilingkungan sekolah tersebut untuk hidup bersih dan sehat.

Sedangkan, lanjutnya, ada sembilan prilaku yang diharapkan bisa dilakukan diantaranya, memelihara kebersihan kerapihan dilingkungan sekolah dan masyarakat, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan pakai sabun dengan air bersih yang mengalir, mengkonsumsi makanan dari kantin sekolah atau membawa bekal dari rumah, memberantas jentik disekolah, melakukan olah raga secara teratur dan tidak merokok dilingkungan sekolah.

Dijelaskan juga, PHBS ini merupakan program unggulan yang dilaksanakan IIDI untuk membantu mensukseskan program kerja tenaga medis. Sedangkan program IIDI NTB yang sudah dilaksanakan yaitu penyuluhan tentang bahaya rokok, Nafza, Norkoba dan HIV/AIDS. Dan IIDI NTB juga sudah melaksanakan bhakti sosial seperti khitanan massal dan lainnya dan program-program penyuluhan kepada masyarakat terkait masalah keshatan tetap akan dilaksanakan. “Untuk program yang sudah direncanakan untuk dilaksanakan terkait masalah KDRT, akan melibatkan semua komponen dan bekerja sama dengan pihak lainnya guna suksesnya agenda kami ini,” ungkap Dr. Hj. Mimik Astuti.

Sementara BQ. Mulianah, S.Ag, M.PdI selaku pelaksana kegiatan dan pengurus Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussibiyan Bonder menjelaskan bahwa program penyuluhan kesehatan terus akan kami laksanakan karena melihat kondisi pola hidup sehat masyarakat di pedesaan, jadi perlu penyuluhan-penyuluhan kesehatan. “Kami juga bersyukur IIDI Cabang NTB melaksanakan kegiatan ini di Ponpes Al-Mansyuriah Ta’limussibyan Bonder, apalagi Ponpes berdekatan langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !