---advertisement---

Mataram, MATARAMnews  – Air kembali menggenangi rumah warga, kali ini ratusan rumah yang berada di wilayah Kelurahan Abian Tubuh, Cakranegara terendam. Rumah warga yang terendam air tersebut, tersebar dibeberapa  Lingkungan diantaranya, Lingkungan Gedur, Karang Bata Utara, Karang Bata Tengah, Karang Bata Selatan, dan Karang Punie.

Air yang menggenangi pemukiman warga setinggi lutut orang dewasa, genangan air datang secara tiba-tiba ketika warga masih terlelap tidur, yaitu sekitar pukul 04.00 dini hari, air yang mengepung pemukiman dikarenakan meluapnya air kali Unus.

Banjir yang datang disertai warga yang belum siap, menyebabkan warga dengan bersusah payah menyelamatkan barang berharganya.

Koordinator Tagana Kota Mataram, Husnan mengatakan, tidak ada korban banjir yang mengungsikan diri. Mereka masih bertahan dirumahnya masing-masing. ‘’Ini sudah biasa direndam banjir. Mereka hanya memindahkan barang-barangnya saja,’’ katanya.

Ia merinci, sekitar 200 rumah yang terendam banjir. Jumlah korban banjir itu terbagi, di Lingkungan Gedur sebanyak 100 kepala keluarga, Lingkungan Karang Bata Tengah Bata Tengah sekitar 21 rumah, Karang Bata Utara sekitar 47 rumah, Karang Bata Selatan sekitar 27 rumah dan Karang Punie sekitar 15 rumah.
 
Untuk menghalau luapan air yang terus masuk ke dalam rumah warga terpaksa membuat tanggul sederhana menggunakan bata dan tanah lumpur. Karena, semakin lama,  air meluap ke rumah warga semakin deras, namun cara itu dilakukan warga untuk mengantisipasi bertambah banyaknya luapa air yang masuk.  Meski usaha mereka itu tidak membuat luapan air berkurang.
 
Warga tidak hanya direpotkan dengan luapan air, namun warga juga kesulitan untuk melakukan aktivitas lain. Warga yang hendak bekerja terhalang oleh banjir itu. ‘’Tidak bisa kerja ini mas, saya urus dulu rumah ini,’’ kata Ahmad warga karang Bata Tengah pada median ini kemarin.
 
Kepala Lingkungan Karang Bata Utara, Farhan mengaku, sekitar 50-an warga yang terendam banjir dengan titik terparah di pinggir kali. Kendati demikian, warganya tidak ada yang sampai mengungsikan diri. ‘’Hanya mengungsikan barang-barang saja. Mereka menyelamatkakn barang dengan menyimpan di tempat yang tidak bisa dijaangkau banjir,’’ katanya
.
Ia mengaku, banjir ini tidak hanya hadir saat hujan mengguyur Kota Mataram, tapi hujan didaerah lain misalkan Narmada, lingkungan tetap menjadi sasaran banjir. ‘’Muaranya tetap pada kita. Kita ini selalu menjadi penerima sumbangan banjir dari daerah lain,’’ kesalnya.
 
Menurutnya, banjir yang merendam lima lingkungan ini disebabkan pedangkalan kali, pentalu dan pinggir kali yang tidak tinggi, dan penutupan DAM Pesongoran.

---advertisement---