NF, DPO Terpidana Pemalsuan Ditangkap Kejati NTB di Apotek Dahlia

Terpidana NF kenakan jaket abu, saat digiring oleh Tim Kejati NTB ke Lapas Mataram, Kamis pagi (11/7/2019).

Mataram, MN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB berhasil menangkap seorang DPO terpidana dalam kasus pemalsuan bukti surat dalam persidangan. Terpidana berhasil ditangkap dikediamannya di Apotek Dahlia.

Pelarian dan persembunyian NF yang telah masuk dalam DPO Kejaksaan sejak awal tahun 2017 lalu tersebut harus berakhir ketika tim dari Kejati NTB berhasil mengendus keberadaannya pada Kamis (11/7/2019) pagi bertempat dikediamannya di Apotek Dahlia jalan Catur warga Mataram.

Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB, Arifin SH MH bahwa terpidana yang masuk dalam DPO terkait kasus pemalsuan surat dan penipuan telah berhasil ditangkap dikediamannya di Apotek Dahlia.

“Alhamdulillah tim Tabur yang dipimpin oleh Wakajati dan Ass intel dan Ass Pidum berhasil mengamankan terpidana setelah melakukan monitoring keberadaan terpidana selama tiga hari,” terang Kajati didampingi oleh para Asisten dan Kasi Penkum dan Humas, di Mataram, Kamis pagi (11/7/2019).

“JPU juga telah memanggil terpidana sebanyak tiga kali secara patut, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan, dan hingga dilakukan penangkapan,” terangnya lagi.

Perlu diketahui bahwa terpidana dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tidak mengindahkan putusan pengadilan nomor 95/PID/2016/PT.MTR tanggal 21 Desember 2016 yang menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menggunakan surat palsu atau yang di palsukan dan dijatuhkan pidana penjara satu tahun.

Kemudian atas putusan tersebut baik terpidana maupun pihak Kejaksaan sama-sama melayangkan Kasasi dengan putusan nomor 147K/Pid/2017 tanggal 29 Maret 2017 dengan amar putusan menolak permohonan kasasi penuntut umum dan terdakwa NF.

Dimana saat proses persidangan terpidana tidak dilakukan penahanan namun hanya berstatus sebagai tahanan Kota.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kejati NTB, terpidana langsung dieksekusi menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram untuk menjalani hukuman penjara selama satu tahun.

(mn07)

Bagikan :