Mataram, MATARAMnews – Eksekusi sebuah lahan pekarangan diwarnai dengan aksi penolakan dari pihak pemilik lahan. Pemilik lahan tak terimah tempatnya dieksekusi karena batas dan luas tidak jelas. Obyek yang dieksekusi  adalah sebidang tanah pekarangan milik tergugat 1 (termohon eksekusi) Harry Wenas seluas 192 meter persegi, SHM 2316, terletak dijalan Transmigrasi No 3 Kelurahan Mataram Timur, Mataram.

Namun walaupun demikian, eksekusi yang sempat diwarnai perang argumen antara termohon eksekusi Munahar didampingi oleh pengacaranya, Usef Syarif Hidayat dan Bion Hidayat dengan Juri sita Pengadilan Negeri (PN) Mataram, namun pihak juru sita tetap melakukan eksekusi seperti surat penetapan pelaksanaan eksekusi yang telah dikeluarkan oleh Ketua PN Mataram.

Para pihak yang terlibat dalam perkara tersebut, sebagai pemohon eksekusi, Fauzah warga Lingkungan Pejeruk Desa RT 005/RW 02 kelurahan pejeruk, Ampenan, sedangkan termohon eksekusi, Harry Alexander Jack Wenas pekerjaan swasta dan Munahar, PNS keduanya beralamt di jln Transimigrasi No 3 Kelurahan Mataram Timur sekarang Kelurahan Pejanggik Mataram.

Eksekusi sendiri dilakukan dengan cara menghancurkan bangunan yang ada diatas tanah yang sebelumnya menjadi obyek sengketa.

Kuasa hukum termohon eksekusi Bion Hidayat mengatakan bahwa mereka sudah mengajukan permohonan penundaan eksekusi, “kami bukan menggagalkan eksekusi tapi meminta penundaan saja karena batas dan luas belum jelas, “katanya.

Terkait dengan eksekusi disertai dengan pengrusakan bangunan yang ada diatas tanah tersebut pihaknya akan menempuh jalur hukum.

Sementara itu juru sita PN Mataram, Abdurahim SH, mengatakan bahwa tidak punya wewenang untuk menunda eksekusi. “Jika mau menunda eksekusi harus jauh hari bersurat kepada ketua PN, “jelasnya.

Menurutnya, bahwa batas dan luas yang dipersoalkan oleh termohon eksekusi itu sudah jelas karena sebelumnya telah dilakukan Pemeriksaan Setempat yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Sementara itu terkait dengan akan dilaporkannya terkait dengan tuduhan pengrusakan, Ia mempersilahkan jika pihak-pihak yang tidak puas untuk menumpuh jalur yang ada.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !