Mendes Eko Dinobatkan Sebagai Pemban Agung Penata Ning Jagad di Desa Adat Ketare

Penobatan sebagai Pemban Agung Penata Ning Jagad (Gelar Pemberi Kedamaian), ditandai dengan penyerah Keris Pusaka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah HL Moh Putria kepada Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

Lombok Tengah, MN – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Tengah, untuk meluncurkan Desa Adat Ketare.

Pada launching Desa Adat Ketare yang dilakukan, Kamis (25/7/2019), Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dinobatkan sebagai Pemban Agung Penata Ning Jagad, langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Tengah HL Moh Putria.

Penobatan itu ditandai dengan penyerahan Keris Pusaka dari Kadis Budpar Lombok Tengah kepada Menteri Eko Putro Sandjojo.

Mendes Eko mengungkapkan, launcing Desa Wisata Adat Ketare selain untuk melestarikan adat dan budaya, peluncuran ini juga untuk membuka destinasi pariwisata baru berbasis adat dan budaya.

“Saat ini banyak wisatawan yang datang berlibur ke desa-desa hanya ingin mencari keunikakan dan keasrian, karenanya mari kita sama-sama menjaga keberadaannya,” imbuh Mendes Eko, sembari menegaskan bahwa Desa Adat merupakan tanah leluhur yang sudah ratusan tahun ditempati masyarakat adat.

Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, HL Moh Putrie mengungkapkan penobatan Mendes PDTT sebagai Pemban Agung Penata Ring Jagad tidak main main. Menurutnya, gelar ini adalah gelar yang sangat luar biasa yakni gelar sebagai pemberi kedamaian.

“Pemberian gelar ditandai dengan penyerahan Keris Pusaka turun tumurun keturunan,” ungkapPutrie.

Kades Ketare, Lalu Buntaran

Rasa syukur diungkapkan Kepala Desa (Kades) Ketare, Lalu Buntaran. “Hari ini desa kami diresmikan bapak Menteri menjadi desa Adat, sebagai tuan rumah kami mengucapkan selamat datang di desa Adat Ketare,” ucapnya.

Desa Ketare dijelaskan Buntaran, merupakan desa yang diapit oleh desa Truwai dan desa Sengkol, kecamatan Pujut, merupakan salah satu desa adat yang sangat unik.

“Kami sampaikan disini bahwa di desa adat Ketare, wisatawan yang datang tidak akan pernah kecewa,” tandasnya.

“Di desa Ketare terdapat peninggalan Raja yang tersohor, sudah menjadi pembicaraan masyarakat Nusantara yakni peninggalan Raja Siledendeng dan terbukti disini kami bisa tunjukkan peninggalannya,” ungkap Kades Ketare.

Usai Launching Desa Wisata Adat Ketare, Mendes PDTT bersama rombongan berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

(mn08)