LPKD Diharapkan Terbentuk di NTB

MATARAMnews – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Ir H Moh Rusdi mengungkapkan harapan agar Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) pada tahun 2012 mendatang sudah terbentuk di NTB. Pasalnya, para pelaku usaha yang berhubungan dengan perbankan di daerah ini masih terkendala oleh penjaminan bank. Untuk debitur Program Usaha Rakyat (KUR) non Mikro, masalah penjaminan masih menjadi halangan untuk berusaha apalagi pemerintah daerah belum memiliki LPKD.  “Memang untuk KUR sektor mikro tidak dikenakan jaminan, asalkan sektor usaha yang dijalankan sudah layak. KUR Mikro diberikan kesempatan untuk mengakses permodalan di 7 bank pelaksana KUR hingga Rp20 juta. Diatas nilai tersebut pemerintah sudah memberikan jaminan sebesar 70 persen dan sektor pertanian dijamin sebesar 80 persen,”kata Rusdi, saat menggelar jumpa pers, Jumat (7/10) kemarin.

Rusdi menyebutkan saat ini dana KUR yang sudah tersalurkan kepada pelaku UMKM sampai bulan Agustus 2011 sudah mencapai Rp576,6 milyar yang telah dilaksanakan oleh 7 bank pelaksana KUR, yakni BRI, BNI, BTN, Bukopin, Mandiri, Syariah Mandiri dan Bank NTB.

“Jumlah debitur UMKM ini mencapai 42.729 orang yang didominasi oleh debitur dari BRI,” terangnya.

Berdasarkan, data rekapitulasi penyaluran KUR hingga Juni 2011 terlihat BRI paling banyak memberikan kredit kepada debitur yakni mencapai Rp398 milyar lebih atau sekitar 77,49 persen. Disusul oleh BNI dengan angka kredit mencapai Rp41 milyar lebih atau 8,14 persen. Sementara, sisanya hanya mampu menyalurkan kredit dari angka 7 hingga 36 milyar rupiah.

“Realisasi penyaluran KUR paling banyak kesektor perdagangan dan hotel, dimana angkanya hampir 75 persen. Sementara sektor pertanian, keluatan dan perikanan sudah mencapai sekitar 16 persen serta industri pengolahan sekitar 2,13 persen,”jelas Rusdi.

Oleh karena itu, kedepan pihaknya berharap agar KUR lebih banyak diberikan kepada industri pengolahan. Pasalnya, pemprov NTB yang memiliki program Sapi, Jarak dan Rumput Laut (Pijar) membutuhkan industri pengolahan untuk mengoptimalkan produksi program tersebut sesuai denga target yang diharapkan.

(Laporan : Iman | Mataram)