Mataram, MATARAMnews – Kebanggaan masyarakat NTB dengan keberadaan Bandara Internasional Lombok (BIL) masih jauh dari harapan. Pasalnya, untuk menjadi bandara yang diakui internasional hingga memberi manfaat bagi masyarakat NTB masih belum dirasakan berkualitas. Bahkan proses pembangunannya juga diindikasi banyak kejanggalan sebagai lahan korupsi dan penyimpangan, yang selain merugikan keungan Negara juga akan sangat melukai hati masyarakat NTB.

Salah satu kejanggalan dalam proses pembangunan BIL yang ditemukan media ini, seperti pengerjaan salah satu bagian terpenting pembanguan bandara yaitu pemasangan pipa hydrant air yang diketahui dikerjakan oleh PT. Subur Jaya Imfo yang kemudian di subkan pada PT. Rafi Tirta Triyat Mindo.

Dimana dalam pelaksanaanya seharusnya menggunakan pipa  berkualitas asal jepang sesuai kontrak, namun pihk kontraktor itu telah melakukan kesalahan patal dengan memasang bagian penting  BIL itu  dengn barang yang sama sekali  tidak sesuai kontrak yang  ada, dengan  memasang pipa buatan korea yang harganya jauh lebih murah.

Hal ini dikatakan mantan Calon Ketua KPK asal NTB, H.M.Kaharudin kepada media ini, Minggu (25/3/2012) kemarin. Dijelaskanya, indikasi penyelewengan dapat diketahui dengan jumlah harga pipa saja yang dianggarkan Rp 19 Miliar untuk jenis pipa buatan jepang, kemudian diselewengkan dengan memilih menggunakan pipa buatan korea yang jelas tidak sesuai standar karena harganya yang jauh lebih murah. “ini murni korupsi,” ungkap Kaharudin.

Lanjutnya, pipa asal korea itu diketahui tidak akan bisa bertahan selama 25 tahun sesuai kontrak yang ditandatangani, sehingga hal ini akan sangat merugikan dan mengecewakan masyarakat NTB, karena Bandara Internasional Lombok yang seharusnya menjadi kebanggaan, dibangun oleh kontaktornya secara asal–asalan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !