Samsul Hadi, salah seorang tokoh Dusun Pawang Karya

KLU, MATARAMNews – Terkait kerusakan parah infrastruktur jalan dan jembatan  akibat guyuran hujan lebat disertai angin kencang di Desa Senaru khususnya di Dusun Pawang Karya beberapa waktu lalu, warga setempat mengharapkan Dinas Pekerjaan Umum  Kabupaten Lombok Utara turun langsung ke lapangan untuk melihat lokasi kejadian di beberapa jembatan yang rusak parah terutama jembatan Pawang Kreok yang ambruk karena hantaman air hutan senaru yang sangat deras. Harapan itu disampaikan oleh Samsul Hakim, salah seorang tokoh Dusun Pawang Karya kepada Wartawan, kemarin (24/3/2012).  

Menurut Samsul, warga Pawang Karya sangat berharap Dinas Pekerjaan Umum Lombok Utara turun melihat lokasi kerusakan jembatan setempat. Selain itu jalan-jalan di Senaru juga mengalami kerusakan hebat. Warga mengemukakan hal itu karena hingga saat ini pemerintah daerah tidak pernah menggelontorkan program ke wilayah setempat. Banyak warga, lanjut Hakim, menyayangkan sikap pemerintah Lombok Utara yang terkesan adem ayem melihat sekian bencana yang dialami masyarakat. “Warga dusun ini menyayangkan pemda tidak pernah turun ke wilayah ini guna melihat porak-porandanya jalan dan jembatan akibat guyuran hujan lebat dan angin kencang beberapa waktu lalu,” sergahnya.  

Seyogyanya pemerintah (dinas PU-red) mestinya turun memantau jembatan dan jalan yang rusak di wilayah Senaru. Tapi, sayang pemerintah kabupaten sepertinya tidak respek terhadap persoalan ironis yang menimpa masyarakat Pawang Karya. Apalagi, lanjutnya, pemerintah daerah mau membiayai perbaikan jembatan dan jalan dari dana APBD. Secara jujur ia menuturkan, perbaikan jembatan dan jalan yang rusak dibiayai dari dana swadaya masyarakat, dimana pengerjaannya ditempuh lewat pola gotong royong secara simultan. Sehingga, hasilnya jembatan terkesan asal jadi. “Kami tak bisa mnghasilkan jembatan dan jalan dengan berkualitas bagus, pasalnya kami tidak punya cukup dana. Jadi, terkesan asal jadi saja. Yang penting warga dusun ini bisa melintas dengan aman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadus Pawang Karya, saat dikonfirmasi, mengemukakan, dirinya kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang tidak peduli sama sekali terhadap bencana yang dialami warganya. Mestinya dinas PU harus turun tangan memperbaiki jembatan yang rusak tersebut bersama warga, namun kenyataannya sampai kini mereka belum juga turun ke lokasi. “Alih-alih meningkatkan derajat kehidupan masyarakat, pemerintah justeru hanya mementingkan diri sendiri saja,” sindirnya.

Sikap acuh dan adem ayem itu membuat dia dan sebagian besar warganya kecewa berat sekaligus meragukan kinerja pemerintah daerah selama ini dalam membangun sebuah  tatanan masyarakat Dayan Gunung yang maju dan beradab sesuai visi-misi yang ditargetkan. “Kami sangat kecewa atas sikap pemda terutama dinas PU yang cuek terhadap problem serius yang dialami masyarakat dusun ini,” ujarnya.  

Sedangkan Sekretaris Lakpesdam NU Lombok Utara, Juanka Juliantrop, saat ditanya terpisah, mengungkapkan, semestinya pemerintah daerah (Dinas PU-red) harus tanggap dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana alam. Terlebih, masyarakat setempat belum pernah diperhatikan pemerintah. Dinas terkait harusnya mencari solusi pemecahan atas persoalan kronis yang menimpa warga, bukan malah sebaliknya, acuh tak acuh, adem ayem, tak peduli dan tak responsif sedikitpun. “Pemerintah daerah harus menunjukkan kepedulian dan keberpihakannya pada masyarakat, karena mereka pelayan masyarakat, bukan pihak yang dilayani,” beber Juanka pada Mataramnews.  

Oleh karenanya ia berharap pemerintah segera mengambil sikap akomodatif membatu masyarakat memperbaiki kerusakan parah pada jembatan dan jalan yang ada di beberapa wilayah di Desa Senaru. “Saya harap dinas terkait akomodatif dan proaktif dalam membaiki jembatan dan jalan yang rusak di beberapa wilayah di Senaru agar hasilnya layak, sehingga bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” harap pria yang akrab disapa Juan ini.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !