Diaspora Olahraga Daerah: Pengelolaan Cabor (2)

Oleh: Sarjono (Mantan Ketua Umum IPMLU Yogyakarta)

Dalam arena pengukuhan yang khidmat menyerupai suasana forum muktamar itu, terasa betapa pengurus KONI Kabupaten Lombok Utara yang baru dilantik sekilas menampakkan sekelebat aura optimisme dan spirit untuk dapat mengembangkan olahraga di daerah ini. Pun, terasa pula adanya aura ekspektasi bercendawannya sayap cabang-cabang olahraga yang dapat menunjang perkembangan dan kemajuan olahraga di Lombok Utara.

Ketua KONI yang baru beserta jajarannya telah menyepakati penugasan personil kepengurusan dengan nomenklatur “Tim 20” percepatan pengembangan olahraga berprestasi di Lombok Utara. Sebutan itu otomatis meniscayakan para punggawa KONI Lombok Utara agar melakukan percepatan pengembangan prestasi olahraga di setiap kelembagaan cabang olahraga. Mengingat Lombok Utara termasuk kabupaten yang memiliki banyak atlet bertumbuh subur di berbagai tempat. Anak-anak muda bumi Tioq Tata Tunaq berpotensi menjadi atlet provinsi, nasional maupun Internasional. 

Proyeksi kuantifikasi potensi para atlet tersebut setidaknya menjadi modalitas dan preferensi positif bagi KONI Lombok Utara yang baru untuk bergegas tancap gas membenahi dunia olahraga di daerah ini, sehingga kehadirannya memberi angin segar bagi cabang-cabang olahraga yang ada maupun cabang olahraga baru yang mau dikembangkan. Terlebih setahun terakhir prestasi olahraga Lombok Utara telah mampu membawa daerah ini sejajar dengan kabupaten lain di provinsi NTB terutama melalui sprinter terbaik Lalu Muhammad Zohri. Prestasi ini di satu sisi membuat kita merasa bangga dan di sisi lain justru menjadi tantangan tersendiri.

Dalam konteks ini, KONI Lombok Utara haruslah mendapat support dari semua pihak agar tugas-tugas penting yang sudah ada di depan mata dapat dilaksanakan dengan baik sesuai asa bersama. KONI juga tidak bisa berjalan tanpa peran aktif pemerintah daerah dan cabor-cabor yang ada. Hal ini penting diatensi lantaran regulasi perundang-undangan mengamanatkan KONI sebagai organisasi pelaksana yang membantu pemerintah dalam bidang keolahragaan. Oleh karena itu, suatu keniscayaan bagi KONI membangun sinergi dan kemitraan dengan para pihak, termasuk dengan jajaran kepengurusan KONI Provinsi NTB. Pengurus baru juga mesti bergandengan tangan menguatkan soliditas internal untuk kemudian membangun komunikasi dengan pihak swasta dan masyarakat.

Mengakselerasi perkembangan dan perluasan cabang-cabang olahraga di Lombok Utara, beberapa ikhtiar yang perlu ditempuh untuk direalisasikan oleh KONI Lombok Utara, antara lain. Pertama, melakukan pembenahan di level pengurus melalui konsolidasi kepengurusan. Lalu mengorganisir cabang-cabang olahraga dengan menginventarisasi seluruh cabor yang ada di Lombok Utara.

Kedua, membenahi sarana dan prasarana olahraga, misalnya merenovasi kembali GOR Mini Lombok Utara yang rusak akibat gempa tahun lalu. Merencanakan kembali pembangunan sarana atlet di lapangan Proklamasi Gondang dan lapangan Pemenang. Demikian pula terkait rencana pembangunan SMK Olahraga yang sebelumnya telah direncanakan perlu dilanjutkan kembali untuk menampung bibit-bibit atlet yang ada di Lombok Utara. Sekolah kejuruan ini penting didirikan sebagai pusat pelatihan dan pendidikan bagi calon atlet Lombok Utara di masa mendatang.

Meskipun rencana awal mendirikan SMK Olahraga tersebut terbentur regulasi lantaran kewenangan mendirikan sekolah menengah atas atau yang sederajat menjadi wewenang pemerintah provinsi, namun kendala itu bukan berarti menutup rapat kesempatan Lombok Utara memiliki SMK Olahraga. Hanya saja yang paling penting diperlukan tungkus lumus Pemda dan KONI Lombok Utara untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan pemerintah provinsi NTB agar pembangunan sekolah olahraga tersebut dapat terwujud.

Terlebih lagi seperti yang kita tahu, bahwa sebetulnya rencana-rencana Pemda Lombok Utara untuk kemajuan olahraga di daerah ini bukanlah hal baru tetapi telah direncanakan sejak lama. Belum dapat direalisasikannya sarana dan prasarana olahraga tersebut salah satunya disebabkan musibah gempa tahun lalu. Sehingga lokasi pembangunan yang telah ditetapkan berubah fungsi menjadi shelter pengungsian. Adanya komitmen pengurus KONI yang baru untuk mempercepat pembangunan kantor KONI agar berdiri tahun 2019 di samping merencanakan pembentukan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, adalah angin segar untuk kebangkitan keolahragaan di bumi Tioq Tata Tunaq.

Ketiga, melakukan pembinaan kepada atlet dan menginventarisir potensi atlet. Upaya yang tidak kalah penting dilakukan KONI adalah fokus pada upaya-upaya pembinaan, pendampingan dan program latihan terhadap atlet-atlet Lombok Utara. Seperti yang kita ketahui, potensi atlet Lombok Utara cukup banyak, hanya saja masih minim pembinaan, selain masih minimnya sarana dan prasarana latihan. 

KONI harus fokus membina dan memberi latihan yang kontinyu untuk peningkatan prestasi atlet-atlet yang ada termasuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga ke depan Lombok Utara akan memiliki atlet-atlet profesional dengan prestasi yang membanggakan. Perihal yang perlu juga diatensi berkaitan dengan membangun olahraga yang profesional. Secara teknis, masing-masing cabor yang ada harus memiliki kalender yang jelas selain kalender resmi KONI agar para atlet mendapatkan tempat laga yang cukup, dapat mengikuti kompetisi yang bayak dan lebih sering. Sehingga setiap cabang olahraga dapat melahirkan atlet yang benar-benar berprestasi dengan baik dan profesional dengan jam tanding yang banyak serta lebih siap menghadapi kompetisi apapun.

Keempat, KONI Lombok Utara bersama Pengcab masing-masing Cabor perlu rutin mengevaluasi cabor guna membedah persolan maupun kendala yang dihadapi cabor seraya berjibaku mencari solusinya. Terlebih lagi komposisi kepengurusan KONI saat ini sebagian di antaranya ada yang menjadi pengurus Cabang Olah Raga di Lombok Utara. Rapat bersama dan evaluasi menyeluruh menjadi hal yang sangat penting dilakukan untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi cabor dan upaya-upaya yang perlu diambil untuk membenahi kekurangan yang ada guna mencari langkah-langkah yang solutif bagi pihak-pihak yang terkait. Selain itu juga, meningkatkan prestasi para atlet Lombok Utara dalam rangka mewujudkan kejayaan prestasi olahraga pada masa mendatang. Bersambung