77 Persen Guru di Indonesia Belum Melek Internet

MATARAMnews – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Guru Indonesia (IGI), Mohammad Ihsan, menyebutkan bahwa 77 persen guru di Indonesia belum melek internet. “Terakhir berdasarkan data Pustakom Kementerian Pendidikan Nasional sekitar 77 persen guru kita secara nasional belum melek internet,” katanya di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB, H.L. Syafii, Ketua IGI NTB, Ermawati,S.Pd dan PR. Specialist Marketing Communition (spesialis kehumasan) Acer Indonesia, Astrid Warsito saat jumpa pers lounching Gerakan Guru Melek Internet (GGMI) di ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Sabtu (8/10/2011).

{xtypo_info}FOTO: Lounching GGMI di ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Sabtu (8/10/2011){/xtypo_info}

Ihsan menjelaskan, kendati Ikatan Guru Indonesia (IGI) belum melakukan survey terkait seberapa besar guru belum melek internet, namun dari data Pustakom Kementerian Pendidikan Nasional itu, telah menggambarkan bahwa para guru di Indonesia belum bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran.“Selain guru didaerah terpencil yang sulit di jangkau oleh akses internet, mereka ini juga adalah guru yang berada di kota,” terangnya.

IGI sendiri merupakan organisasi profesi guru yang telah disahkan Kementerian Hukum dan HAM melalui surat bernomor AHU-125.AH.01.06.tahun 2009 pada tanggal 26 November 2009 dan telah menjadi salah satu organisasi profesi yang diakui pemerintah. Saat ini, organisasi IGI telah tersebar di 15 provinsi di Indonesia termasuk NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, H.L. Syafii, mengakui pihaknya belum memiliki data riil jumlah guru di NTB yang belum melek internet atau bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi melalui internet. “Kalau secara riil data kita tidak ada,”ujar Syafii menjawab pertanyaan wartawan.

Namun, mantan Kadispora Kota Mataram ini mengatakan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi professional seorang guru dengan memberikan berbagai bentuk pelatihan, lokakarya, dan seminar yang bertujuan untuk membekali para guru baik dalam pemanfaatan dan menggunakan internet untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. “Teknologi informasi ini sudah bagian dari kehidupan, termasuk bagi seorang guru,” tandas Safii.

(Laporan: Iman | Mataram)