Bupati Najmul : Kita Masih Terjebak “Bad News is Good News”

Bupati KLU Dr H Najmul Akhyar SH MH, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy SSos MM, Wakil Sekretaris PWI NTB H Rudi Hidayat SH, Kadis Kominfo KLU H Muhammad SPd, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas MA, dalam diskusi panel Forum Bakohumas yang digelar Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, dihadiri unsur kehumasan berbagai intansi atau lembaga dan BUMD se-Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati, Rabu (14/8/2019).

Lombok Utara, MN – Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar menilai terkait informasi publik ditengah konvergensi media saat ini masih terjebak “Bad News is Good News” atau kabar buruk adalah kabar baik.

“Lebih-lebih pada saat ini, kita melakukan percepatan rehab rekon, selalu saja kita masih terjebak pada bad news is good news. Contoh satu rumah saja kemarin dicor tidak baik, kemudian itu di generalisir seolah semuanya begitu. Itulah kondisi Lombok Utara saat ini,” kata Bupati Najmul, saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Forum Bakohumas yang diadakan Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, di Aula Kantor Bupati, Rabu (14/8/2019).

Menurut Bupati Najmul kesan terhadap peristiwa menjadi penting sehingga bagaimana mengemas kesan yang baik menjadi informasi penting itu merupakan tugas dari humas. Menurutnya perlu sinergi kehumasan se-KLU, untuk mengusung spirit informasi publik yang mendukung informasi percepatan rehab rekon dan pembangunan daerah.

Orang nomor satu di Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu menyatakan bahwa informasi yang jika disampaikan tidak baik, kendati itu baik, maka hasilnya bisa tidak baik. Ia menuturkan, pernah membaca sebuah artikel dengan judul “Pergi ke Surga Melewati Neraka” yang menceritakan tentang seorang wisatawan pergi ke Gili Trawangan tetapi di tengah laut.

“Ia (wisatawan) diminta tambahan ongkos oleh petugas boat. Wisatawan menjawab tidak bisa, tadi kita sudah sepakat ongkosnya di awal. Kemudian yang punya boat mengatakan, kalau begitu silakan turun. Ini hebat dan kuat kesan informasinya,” tutur Bupati Najmul.

“Saya selalu berpesan bahwa kita tidak perlu membanggakan pemerintahan ini, tetapi perlu proses informasi apa yang bisa disampaikan ke masyarakat. Ini tugas kita,” imbuhnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy mengibaratkan humas sebuah lingkaran. Humas termasuk organisasi di dalam lingkaran media. Dalam lingkaran organisasi itu ada leadership atau kepemimpinan. Jadi, titik inti dari sistem manajemen itu ada pada pemimpinnya.

“Bayangkan jika protokol tidak bisa mengatur dengan baik, maka pimpinan tidak bisa mengambil tindakan dan kebijakan. Kenapa kemudian kita dipilih, karena kita harus memiliki hubungan yang baik. Menjaga perasaan orang dan (sikap) profesional itu harus dilakukan, kita harus menjaga semua itu,” tandas Najamuddin Amy.

Najamuddin memaparkan konsepnya mengenai Public Relation Command Center (PRCC). Dalam gagasannya, PRCC merupakan inovasi sistem manajemen informasi yang berkaitan dengan tupoksi kehumasan dan keprotokolan yang diluncurkan Februari tahun 2018.

“Saya menawarkan konsep baru, semacam laboratorium kehumasan tempat belajar bagi semua yang membutuhkan. Karrna kita tidak ingin perubahan itu hanya pada diri kita, tetapi harus pada informasi yang dikemas sesuai realita dan dipublikasi. Terintegrasi dengan baik,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika KLU H. Muhammad, mengatakan keberadaan kehumasan memang penting, karena pendampingan pimpinan daerah dalam kegiatannya, sehingga bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Maka erat kaitannya dengan kegiatan Bakohumas.

“Fungsi kita di Kominfo dan Humas adalah menyampaikan informasi yang baik, tetapi rupanya OPD ini jual mahal sehingga kita yang menginformasi selalu salah, tidak memberikan informasi. Padahal informasi yang kita akan sampaikan penting,” tandasnya.

Menyoroti soal relasi kehumasan dan media dengan perkembangan era konvergensi media, Wakil Sekretaris PWI NTB H Rudy Hidayat menegaskan bahwa kehumasan perlu responsif, cepat dan tepat dalam penyampaian informasi publik. Terlebih kini media telah berkembang dengan digitalisasi.

“Antara humas dan media itu perlu bersama mengedepankan informasi yang akurat serta mampu menjaga social networking,” ujar Rudy.

Sementara dalam diskusi panel forum Bakohumas yang diadakan Bagian Humas dan Protokol Setda KLU tersebut, telah berkembang pembahasan bagaimana upaya dalam penerapan siaran komunikasi pembangunan adalah komunikasi terintegrasi dan sinergi antarlembaga, komponen masyarakat dan stakeholder dengan prinsip humanitarian.

Kegiatan tersebut berlangsung menghadirkan keynote speaker diantaranya, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH, dengan narasumber Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy SSos MM, Wakil Sekretaris PWI NTB H Rudi Hidayat, SH dan Kadis Kominfo KLU H Muhammad SPd, dimoderatori Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas MA. Sedangkan peserta dihadiri unsur kehumasan berbagai intansi atau lembaga dan BUMD se-Lombok Utara. Diantaranya Humas RSUD, Sekretariat DPRD, PDAM, Kemenag, BPS dan unsur kehumasan lainnya.

Forum Bakohumas diselenggarakan tahun 2019 dengan diskusi panel menyertakan Humas instansi atau lembaga, BUMD, dan stakeholders lainnya secara reguler dua kali setahun. Sebagai sarana komunikasi dan wahana para pegiat kehumasan di Lombok Utara. (hs-klu/mn-07)

Bagikan :

Komentar