Prof. Ir. H. Sunarpi Ph.D, Rektor Unram
---advertisement---

Mataram, MATARAMnews – Pemeriksaan terhadap Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof.Ir.H.Sunarpi Ph.D oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Selasa (27/3/2012) kemarin, diakui bahwa pemeriksaan itu terkait dengan proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unram. Pada pemeriksaan itu selain Rektor, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2010 juga dimintai keterangannya.

“KPK hanya mengklarifikasi terkait dengan proyek pembangunan RSP Unram,” jelas Rektor ditemui, Rabu (28/3/2012) siang.

Menurutnya, dua hal yang diklarifikasi KPK yaitu mengenai apakah pada anggaran untuk membangun RSP tahun 2009-2010 terkait dengan Nasarudin dan jaringannya serta apakah dalam pemenangan PT DGI yang diduga telah melakukan penyuapan terhadap Nasarudin ada intervensi.

Terkait kedua hal itu, untuk pengusulan anggaran pembangunan RSP pada 2009 sudah dilakukan oleh Rektor sebelumnya, demikian juga untuk anggaran 2010 nya.

“Perencanaan anggaran 2009 dan 2010 tanggungjawab Rektor sebelumnya, saya diangkat jadi Rektor pada 9 November 2009,” ungkapnya.

“Jadi  terkait dengan anggaran sama sekali tidak diketahuinya,” tegas Sunarpi.

Sedangkan, pada proses tender pengerjaan pembangunan tahap kedua yang dimenangkan oleh PT.DGI, telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang belaku.

“Kami mengusulkan tiga perusahaan yang menentukan  Mendiknas, “tegasnya didampingi oleh Tim kuasa hukum.

Salin itu, disebutkan pula pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan intervensi terkait dengan kemenangan PT.DGI karena semuanya sudah melalui prosedur.
Pada saat diklarifikasi oleh KPK, Sunarfi juga sempat dikonfrontir dengan Mindo Rosalina via ponsel, mengenai apakah ada intervensi yang dilakukan terhadap pemenangan PT.DGI.

“Rosa menjawab, menganggap Rektor tidak komit, “terangnya.

Hal ini dikarenakan, Rektor tidak mau diintervensi untuk menentukan perusahaan mana yang menang dan bekerja sesuai dengan prosedur yang ada.

Dimana  pada awal tahun 2010 Mindo Rosalina pernah mendatangi Rektor untuk mengingatkan bahwa anggaran 2009 sama dengan anggran 2010. Namun hal tersebut sama sekali tidak pernah dihiraukan.

---advertisement---