Sukseskan Program Zero Waste, Gubernur NTB Launching Sekolah Lisan

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah didampingi Walikota dan Wakil Walikota Mataram, H Ahyar Abduh dan H Mohan Roliskana, melaunching Sekolah LISAN di Dasan Agung, Kota Mataram, Jumat (16/8/2019)

Mataram, MN – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melakukan kegiatan Clean Up dan launching program Sekolah Lingkungan Sampah Nihil (Sekolah Lisan) yang bertempat di Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Jum’at (16/8/2019).

Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Jembatan Baru Dasan Agung-Kebon Sari oleh Gubernur dan Walikota Mataram.

Gubernur menyampaikan hal yang paling utama dalam menyukseskan program NTB Zero Waste adalah merubah pola pikir masyarakat. Ia meyakini, apabila pola pikir masyarakat mampu dirubah maka NTB Bebas Sampah pada tahun 2023 bisa diwujudkan.

“Kalau mau menyelesaikan persoalan sampah di NTB maupun di Mataram, maka perbaiki dulu pendidikannya, perkaya pengalamannya, perluas tata pergaulannya, dan tingkatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Doktor Zul.

Doktor Zul juga menjelaskan pentingnya Bank sampah agar disediakan disuluruh daerah di NTB. Bank sampah tersebut kelak diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Kalau bank sampah ada disetiap Kecamatan, saya membayangkan orang naik haji karena bank sampahnya, ada yang anaknya gratis kuliah karena bank sampahnya dan lain sebagainya, kalau semua sudah begitu, Insya Allah lingkungan kita asri lestari dan nyaman untuk kita tinggali,” lanjutnya.

Selain bank sampah, Gubernur juga menyinggung tentang sungai. Ia berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Ia berencana akan mengirim 30 aktifis terkait sungai ke Singapura. Selama beberapa hari disana diharapkan para aktifis tersebut mampu belajar menata dan mengelola sungai yang ada di Mataram.

“Saya membayangkan alangkah hebatnya kota Mataram ini, alangkah hebatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kalau semua sungai-sungai kita itu hidup dan mendatangkan efek ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan kegiatan Clean Up atau gotong royong dan launching Sekolah LISAN merupakan rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 sekaligus HUT kota Mataram ke 26, tepatnya tanggal 31 Agustus mendatang.

Ahyar meminta seluruh dukungan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan sampah. Ia juga mengapresiasi kelompok-kelompok masyarakat yang berinovasi dan berkreatifitas dalam mengolah sampah sehingga bernilai ekonomi.

“Kita akan bekerja keras untuk masalah sampah sehingga NTB Zero Waste pada tahun 2023 mendatang dapat terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Mataram, Irwan Rahadi mengungkapkan program Sekolah LISAN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah. Melalui program Sekolah LISAN, ada 40 bank sampah yang masih aktif yang tersebar di 50 kelurahan di kota Mataram. Kedepannya juga diharapkan seluruh Sekolah dari berbagai tingkatan dapat mengelola sampahnya dengan mandiri.

“Kita di kota Mataram dengan segala daya dan upaya akan mendukung dan menyiapkan diri demi suksesnya program NTB Zero Waste,” ungkap Irwan.

Disaat bersamaan pula, kegiatan gotong royong ini juga berlangsung dibeberapa lokasi lainnya, antara lain Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, Jalan Langko dan Pejanggik. Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh ASN lingkup Provinsi NTB dan Pemerintah Mataram, Sekolah tingkat SD, SMP, SMA se-Mataram dan juga masyarakat umum. (hs-ntb/mn-07)