Modis Ketua DPR, disandera massa aksi demo kenaikan harga BBM

Dompu, MATARAMnews – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM seakan tak pernah reda menjelang 1 april 2012 mendatang. Dua organisasi mahasiswa berlebel islam yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Dompu (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam Dompu (HMI) kamis (29/03/2012)  melakukan aksi demonstrasi yang cukup melelahkan aparat kepolisian.

Puluhan massa aksi PMII yang lebih awal melakukan long march dari masjid Raya Dompu langsung menyandera salah satu Mobil Dinas milik Ketua DPRD setempat di persimpangan pasar umum Dompu. ‘’Mobil ini kami sandera sebagai bentuk penolakan kenaikan BBM,’’ ujar Benyamin Koordinator aksi.

Kendati awalnya sempat menuai insiden namun aparat kepolisian tidak mampu membebaskan mobil yang telah disandera massa aksi. Kapolres Dompu AKBP Beni Basir Wiryawan yang turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya aksi juga tidak bisa berbuat  apa-apa karena tidak mendapatkan kesepakatan dari Korlap.

‘’Kita sudah memberi larangan kepada semua Mobil Dinas untuk tidak melalui jalur demonstrasi tapi rupanya sopir tidak mengindahkan,’’ cetusnya usai melakukan lobi dengan pendemo. Setelah melakukan orasi di persimpangan pasar massa aksi melanjutkan long march hingga traffich light BNPD  untuk melanjutkan orasi ilmiah. Mobil Dinas dengan Nomor Polisi EA 2 R itu masih dalam penyanderaan Massa aksi.

Sementara HMI yang melakukan aksi dihalaman kantor DPRD Dompu memaksa untuk melakukan penyegelan gedung wakil rakyat dengan diwarnai pembakaran ban. Namun karena kesigapan aparat kepolisian massa HMI terpaksa mengurungkan niatnya meskipun sempat terjadi insiden saling dorong antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Usai insident berlangsung orator dan mahasiswa lainnya kembali  merapatkan barisan untuk berorasi sejenak lalu membubarkan diri dengan tertib.

PMII yang terus menyandera Mobdis, melanjutkan aksinya didepan Kantor  Pemkab Dompu dengan membakar ban sebagai bentuk kekecewaan. Tidak lama melakukan orasi massa yang memaksa ingin terus menyandera Mobis hingga ke Kampus di cegat langusng Kapolres Dompu bersama sejumlah anggota kepolisian.

Kendati awalnya mahasiswa terus memaksa tidak ingin menyerahkan asset Pemerintah itu, Namun akhirnya mereka melepaskannya setelah beberapa permintaan disepakati langsung oleh Kapolres Dompu.

“Kami sepakat  lepaskan Modis ini dan melanjutkan aksi di kampus STIE Yapis,’’ ujar Ketua PMII Dompu Dodo Kurniawan.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !