Mataram, MATARAMnews – Massa demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Dompu yang kembali turun jalan menggelar aksi penolakan keputusan penundaan kenaikan BBM, sabtu (31/03/2012) kemarin menyandera lagi kendaraan Dinas.

Tidak tanggung-tanggun massa yang terdiri dari puluhan mahasiswa ini bahkan menyandera 3 sepeda Motor Dinas dan satu unit Mobil Dinas milik Wakil Ketua DPRD Iwan Kurniawan yang tengah melintas di jalur utama kota Dompu. Namun Iwan Kurniawan tidak berada di dalam mobil jenis Isuzu panther itu.

Sebelum menyandera kendaraan Dinas Massa aksi yang melakukan long march dari Masjid Raya Dompu Baiturrahman langsung memblokir persimpangan jalan atau bundaran pertokoan Dompu. Dari 3 Sepeda Motor Dinas tersebut dua diantaranya di jaring oleh mahasiswa saat penggunanya tengah melintas sedangkan satu motor tengah berada di lokasi parker salah satu minimarket sekitar lokasi pemblokiran jalan.

Sedangkan Mobil Dinas Milik Wakil Ketua DPRD di tahan saat berbelok masuk pasar atas Dompu dengan maksud ingin menghindari pendemo. ‘’Saya tadi sudah belok tapi tetap di kejar para demonstran,’’ ujar M Hatta sopir Mobil bernomor polisi EA 8 R itu.

Koordinator aksi Bunyamin saat berorasi menyampaikan Ia dan rekan-rekannya tidak akan melakukan aksi anarkis dalam menyandera sejumlah kendaraan Dinas. Penyanderaan dilakukan demonstran sebagai bentuk penolakan atas keputusan DPR RI menunda kenaikan BBM dengan menambah ayat 6a pada pasal 7 Undang-undang APBN tahun 2011.

‘’Kami kecewa dengan sikap wakil rakyat yang tidak berpihak kepada rakyat sebagai konstituennya,’’ umbarnya. Pihak kepolisian yang sedikit terlambat berada dilokasi demonstrasi tidak dapat berbuat apa-apa saat massa demonstran melakukan razia terhadap kendaraan Dinas.

Aksi yang juga diwarnai pembakaran ban itu tidak berlangsung lama. Usai melakukan orasi seluruh kendaraan dinas yang di sandera diserahkan kepada aparat Kepolisian Resor Dompu untuk dikembalikan kepada penggunanya.

Usai menyerahkan kendaraan dinas di Mapolres setempat massa aksi membubarkan diri masing-msaing dengan tertib.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !